Sabtu, 25 April 2009
- -"
untuk membaca dari cerita I bisa klik link di bawah :
klik ajah link ini ^^
Sabtu, 18 April 2009
CERITA IX
"tembakan bagus!," kata shinji di sela-sela nafasnya yang tersengal.
"kau juga!," timpal impera seraya menepuk pundak shinji.
Di sela-sela pembicaraan mereka, impera teringat kepada sifa yang memberinya selamat sebagai orang pertama.
"terimakasih sifa!," ucap impera dalam hati.
09:00 WP (waktu plant).
Seperti hari-hari biasa, impera ke sekolah dengan berjalan kaki. Tidak seperti bangsawan kebanyakan, impera lebih merakyat.
"impera...!," panggil sifa dari atas sepeda hijaunya dan segera turun untuk berjalan bersama impera.
"hai, sifa. Selamat pagi!," sapa impera.
"selamat pagi impera!," ucap sifa dengan senyum yang sangat manis.
"bagaimana?," tanya sifa tiba-tiba.
"aku langsung naik tingkat!," jawab impera sambil berjalan.
"aaa..Kau hebat impera!," kata sifa.
"terimakasih!," kata impera dengan senyum hangat.
"impera ---!," belum sempat sifa menyelesaikan kalimatnya.
Terdengar suara keras yang berasal dari belakang gedung sekolah.
"apa itu?," tanya sifa.
Impera dengan sigap langsung berlari menuju arah suara itu.
GRUKK!! BRAKK!!
Gedung lama sekolah hancur akibat di tampar sebuah benda raksasa yang bergerak.
"apa yang di lakukan zefron disini?," tanya salah seorang murid dengan mulut menganga karena terkejut.
"aaa..Gedungku!," triak wakil kepala sekolah yang baru saja tiba.
Wakit kepala sekolah bertingkah aneh karena gedung lama sekolah yang di rencanakan akan di buat panggung pementasan runtuh, rata dengan tanah.
"gedungku..!," ulangnya lagi dengan ekspresi yang sama.
Sementara kepala sekolah sekaligus pemilik gedung hanya diam dan tersenyum simpul.
"sudahlah, pak konda!," katanya ramah.
"a..Apah?," katanya kacau dan mulai meracau tidak jelas.
"duh..Ya ampun!," kata kepala sekolah heran sambil memegang keningnya.
Impera yang berusaha mendekati zefron liar itu terkejut melihat pilot yang mengendalikan zefron itu.
"ameka, apa yang kau lakukan dengan zefron itu?," tanya impera sedikit berteriak dari atas gedung baru sekolah.
"kakak..!," kata ameka dengan suara yang sangat senang.
"cepat turun dari sana!," perintah impera.
"tidak, di sini menyenangkan!," katanya.
"cepat turun, benda itu berbahaya!," kata impera meyakinkan ameka.
"tidak, kakak!," kata ameka menyepelekan impera.
Namun, ameka melakukan sebuah kesalahan. Ia menekan dan asal mengendalikan tombol-tombol yang ada. Katup laser terbuka, zefron pun bergerak tanpa kendali ameka. Zefron bergerak liar, rudal, misil, laser dan senjata lainnya keluar dengan sendirinya dan menghancurkan apapun di hadapannya.
"kakak!," triak ameka panik.
"tenang, ameka!," triak impera.
Zefron hilang kendali, badan dalam zefron pun mulai konslet. Ameka yang di dalamnya sangat panik dan berteriak-teriak memanggil impera.
"kakak, tolong aku!," triak ameka yang mulai menangis.
"tenang sayang!," kata impera yang melompat ke dalam zefron.
"berikan padaku!," kata shinji yang tiba-tiba muncul dengan ransel jetnya.
Ameka yang pingsan diberikan impera pada shinji. Dengan segera impera membawa zefron ke angkasa dan melompat dari zefron yang segera meledak.
DUARR..!!
Suara zefron yang meledak terdengar sangat keras.
"hei..Impera, apa yang kau lakukan di sana?," tanya randi yang datang ke tempat kejadian.
"tolong dia, cepat!," kata wina menjewer telinga randi.
"iya, iya sayang!," katanya.
Randi segera terbang menolong impera dengan jet sky nya .
"tunggu aku di sana impera!," kata randi sok cool.
Impera telah tak sadarkan diri saat randi menolongnya.
Sabtu, 11 April 2009
CERITA VIII
Siang itu leandro bekerja seperti biasanya.
"apa yang sedang kau lakukan sayang?," tanya sam yang baru saja masuk membawakan secangkir kopi.
"kau tau sayang, meneliti zoilon!," ujar leandro.
"ohh..!," kata sam lirih.
"sudahlah sayang!," kata leandro seraya bangkit dari tempat duduknya.
Sam tampak lesu mengingat perbuatan zoilon yang telah menewaskan ibu kandungnya.
"impera..!," panggil sifa yang berlari ke arah impera.
"ada apa sifa?," tanya impera bingung.
Sifa berlari ke arah impera dan menubruk na dengan lumayan keras.
"ada apa sifa?," ulang impera.
"selamat ya impera!," ujar sifa mengadah menatap mata impera dengan wajah ceria.
"selamat untuk apa?," tanya impera semakin bingung dengan kata-kata sifa.
"TENG TONG TING TONG"
bunyi bel sekolah yang berbunyi pertanda kelas akan segera di mulai.
"bel, ayo kita masuk!," ajak impera.
"tidak, tunggu!," ujar sifa.
Biarkan aku menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padamu.
"selamat untuk apa sifa?," tanya impera.
"kau..kau..!," ucap sifa tergagagp.
Kau di terima di pasukan zefron junior.
Kata-kata sifa sedikit menyentak karena terlalu gugup mengatakannya.
"terimasih sifa, aku senang mendengarnya!," kata impera sambil menepuk dan mengusap rambut lurus sifa.
"iya!," ucap sifa kegirangan.
"mari kita masuk kelas!," ajak impera.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas masing-masing.
"kau terlambat tuan muda!," tegur seorang guru yang telah berdiri di depan kelas.
"oh, maafkan saya pak!," kata impera sopan.
"baiklah, tak usa banyak basa-basi, cepat duduk di tempatmu dan buka bab lingkungan!," perintah guru itu.
"terimakasih pak!," jawab impera singkat.
"jadi ___!," terang guru.
"TOK TOK TOK"
belum sempat guru it menyelesaikan satu kalimat, pintu di ketuk dan di buka dari luar. Seluruh pandangan penghuni kelas langsung tertuju ke arah pintu.
"maaf pak Kim!," kata seseorang yang baru masug yang di sampingnya berdiri seorang siswa yang tidak dikenal.
"ah__ya__pak, silahkan pak!," kata guru itu.
"baiklah anak-anak!," kata orang yang baru masuk.
Saya membawa teman baru untuk kalian.
Anak-anak bermuka cengo secara bersamaan, melihat anak baru yang di bawa pak kepala sekolah. Seorang laki-laki tampan tapi juga cantik.
"terimakasih pak!," ucap siswa itu.
"perkenalkan dirimu pada teman barumu!," ujar kepala sekolah.
"uhm..baiklah!," anak itu mulai berbicara.
Nama saya Hinamori Shinji, murid pindahan dari zona 7 plant, mohon kerjasamanya.
Anak-anak terdiam dan mulai tertawa terbahak-bahak mendengar nama anak baru itu.
"hahaha..!," tawa anak-anak.
"kau perempuan?," tanya salah seorang murid.
"saya laki-laki!," jawabnya ramah.
"hay nona manis, maukah kau duduk bersamaku?," goda anak lain dengan mendorong-dorong teman di bangku sebelahnya.
"sudah-sudah!," ujar kepala sekolah.
Shinji kau duduk di samping impera, ya, yang itu.
Shinji pun berjalan dan duduk di sebelah impera, impera dengan ramah mengajaknya berbincang.
"hay, saya impera!," kata impera memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"senang bertemu denganmu impera, saya shinji!," jawabnya ramah.
Tiba saatnya para calon prajurit junior zefron yang telah menempuh ujian, menerima pengumuman. Impera berbaris di barisan paling depan, saat matanya menerawang kesegala arah. Ia menemukan shinji berdiri di antara para pasukan elite. Dalam benaknya ia berfikir keras atas itu semua.
"impera li viera"
terdengar seseorang sedang membacakan pengumuman .
"mendapat scor sempurna 1000poin, di tempatkan di pelatihan pasukan elite".
"siap!," ucap impera dengan badan tegak dan menghormat pada ketua/pemimpin zefron di hadapannya kemudian berlari menuju blok lain.
"baik para siswa terpilih!," kata seorang pelatih.
Aku tidak akan bersikap bak diktaktor seperti pelatih lainnya. Aku akan bersikap santai tapi serius, karena aku melatih orang-orang pilihan, orang-orang yang sadar akan pentingnya pelatihan ini.
Lama pelatih itu berpidato, pelatihan di mulai dengan hal-hal yang ringan. Impera terperangah mengetahui shinji berada 1pleton dengan dirinya.
"hay, kita bertemu lagi!," sapa impera.
"hay!," balas shinji.
"kau masuk di pleton yang rama denganku!," kata impera basa-basi.
"aku telah menjadi prajurit di daerahku dan aku di pindahkan untuk menjadi yang terbaik!," ceritanya.
"impera li viera, hanamori shinji!," panggil komandan pleton.
"siap!," ucap impera dan shinji bersamaan.
Latihan menembak.
Imperan dan shinji siap menembak sasaran. Keakuratan mereka saat menembak sama, sampai-sampai pelatihnya kagum dan terus menaikkan tingkat kesulitan sasaran tembak. Dan benar pikiran pelatih itu, mereka sanggu mengenai semua sasaran yang ada sampai level terakir yang biasa digunakan untuk pelatihan pasukan elite profesional.
"well done!," puji pelatih seraya bertepuk tangan tanda kagum.
Sabtu, 04 April 2009
CERITA VII
"relakan sayang!," katanya datar.
Suasana hati maxi dan seiront saat it tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Hati mereka hancur, merekapun memikirkan perkembangan sam kelak.
2bulan telah berlalu.
Suami fiona, armalendra yang merupakan komandan pasukan zefron di cina. Merasa hidupnya telah berakhir dengan terbunuhnya istri dan anaknya. Ia sering berkunjung ke makam anak dan istrinya. Cina mulai bangkit kembali dengan kepemimpinan raja muda xing li. Arman d ajaknya untuk kembali ke dalam pasukan. Namun, arman menolak dan memilih hidup menyendiri di rumah di dalam pedalaman hutan yang gelap.
Di hutan
"armand, bergabunglah kembali!," pinta raja muda xing li yang telah duduk diruang tamu rumah armand yang sempit.
"apa pun yang kau katakan, apa pun yang akan kau berikan. Aku tidak akan kembali!," kata armand.
Hiruk pikuk di antara hutan yang lebat, yang penuh ketenangan tidak bisa menenangkan ketegangan mereka di dalam rumah. Para prajurit yang bersiaga diluar, tetap berdiri tegak dan siaga ajan bahaya yang mungkin akan datang. Tapi, tak bisa di pungkiri lama mereka di luar, malam tiba dan hutan yang sudah gelap menjadi semakin gelap. Binatang malam sebentar lagi akan keluar untuk mencari mangsa.
"sampai kapan kita berdiri di sini?," tanya seorang prajurit kepada prajurit lain dengan badan yang gemetaran.
"aku tidak tahu!," jawab prajurit lain dengan singkat.
Badan prajurit itu semakin gemetar, tidak tahan akan malam di hutan itu. Sementara xing li dan armand sedang bernegosiasi walaupun berat sebelah.
"sebaiknya kau pulang sekarang!," ucap armand dingin.
"tidak, sebelum kau bersedia bergabung kembali!," kata xing li.
"tuanku..!!," seru seorang prajurit yang tiba-tiba mendobrak masuk dengan wajah panik.
"ada apa?," tanyanya.
"di..Diluar para prajurit sedang diserang binatang buas, sa..saya tidak tahu binatang apa itu, binatang a..aneh!," ujar prajurit itu dengan tergagap.
"apa maksudmu?," tanyanya bingung.
"itu porazionetra!," sahut armand.
Binatang suci penunggu hutan ini, berkepala singa, berbadan kuda, bersayap elang dang kakinya berupa 2pasang kaki buaya.
"cepat evakuasi para prajurit, ku perintahkan mundur!," perintah raja.
"baik tuanku!," jawabnya.
"sebaiknya kau bawa pulang semua prajuritmu, tak ada gunanya lagi kau di sini!," ucap armand.
Tanpa berkata sepatah katapun raja xing li meninggalkan rumah armand. Sambil menghalau porazionetra para prajurit mengikuti perintah raja dan kembali ke kerajaan.
"kerja bagus, moli!," kata armand pada hewan buas itu sambil mengusap bulu halus hewan itu.
Tahun demi tahun berlalu sam pun tumbuh selayaknya anak seumurannya. Dia tumbuh menjadi anak yang ramah dan cantik. Kini sam telah berusaia 17tahun. Ia bersekolah bersama teman-teman seumuran dia.
"selamat pagi sam!," sapa salah satu temannya.
"pagi.. Diego!," jawabnya dengan senyum ramah nan cantik.
Sam adalah siswi yang pintar, ia selalu mendapat prestasi di semua hal atau kegiatan yang ia ikuti.
"selamat sam, atas prestasimu di dunia lingkungan!," ucap guru pembimbing lingkungan.
"terimakasih bu!," jawabnya dengan sopan.
Sam juga diam-diam tertarik dengan teknologi yang sedang di kembangkan oleh ayahnya maxi. Setiap maxi bekerja, dengan diam-diam sam mengamatinya.
"hei.. apa yang kau lakukan nona cantik!," ucap maxi yang pada suatu hari menemukan sam sedang mengamatinya.
"tak ada ayah!," jawabnya dengan senyum malu tersungging di bibirnya yang indah.
"ayah tahu kau sedang mengamati ayah!," kata maxi.
Sam hanya tersenyum malu, sambil menganggukkan kepala tanda setuju dengan kata-kata maxi.
"kemarilah!," ajak maxi.
Sam mengikuti ayahnya menuju lab dimana maxi bekerja. Disana maxi menjelaskan apa-apa saja yang ada di dalam lab tersebut. Sam menyaksikan semua itu dengan semangat dan terpukau. Untuk pertama kalinya sam memasuki lab itu. Kejadian langka itu di manfaatkan sam dengan bertanya berjuta pertanyaan.
"kau anak yang cerdas sayang!," kata maxi sambil mengusap rambut anaknya.
Lulus dari perguruan tinggi sam memutuskan untuk menjadi ilmuan seperti maxi. Pada suatu hari, sam menghadiri sebuah seminar ilmuan sedunia. Di tempat it ia bertemu dengan seorang pria yang bernama leandro li viera yang merupakan seorang bangsawan. Mereka pun bertemu dan setuju menjalin komitmen.
"kau serius dengan ucapanmu?," tanya sam.
"sangat serius sayang!," jawab leandro.
"terimakasih sayang!," kata sam sambil memeluk leandro.
Next chara
ini dia para pembaca setia blog cerita-v. ini adalah gambar-gambar tokoh di ceritanya! kerenkan?? ^_^ ia dongg ..
secara yang gamabar itu temen akuu !

[ibu sifa yang baik hati]
name: miyuki fi vieraage: 39 year old
[ibu dari impera]
name: diorgant li vieraage: 43 year old
[ayah impera sekaligus senior pilot zefron]
name: samantha changeage: 12 year old
[bakal neneknya impera]
sam on 17 year old[istri leandro li viera]
name: winaria exmartan age: 17 year old
[tunangan sang ahli senjata]

name: randikan tremardine
age: 18 year old
[ahli senjata yang suka bertingkah aneh]

name: rega armeligorima
age: 18 year old
[rival randi namun bisa menjadi asistennya]
gambar bakal segera terbit.
NEXT CERITA VII
Sabtu, 28 Maret 2009
cerita VI
Kediaman Viera
“aku tidak mengerti!,” kata tuan viera.
Apa yang menyebabkan para zoilon itu kembali menyerang?.
“kalau tidak salah, bumi hancur juga akibat penyerangan zoilon!,” kata randi.
Tuan viera mengadakan pertemuan dengan para petinggi pasukan zefron.
“maafkan pasukanku!,” kata seseorang berbadan besar dan gagh yang duduk disebelah tuan viera.
“Itu adalah kesalahan yang sangat besar!,” kat tuan viera.
Suara hening sejenak untuk merenungi perbuatan para pilot muda zefron.
“merekan baru saja terjun!,” seru orang lain yang ikut pertemuan.
“apa?,” kata randi kaget.
Anda menerjunkan pasukan amatir untuk mengemban tugas itu?.
“saya piker itu hanya sebuah pesta biasa yang tidak memerlukan pasukan elite!,” jawab orang itu.
“diamlah kau Obrian!,” perintah orang yang duduk disamping tuan Viera.
“baiklah!,” jawabnya.
“saya sebagai petinggi pasukan elite dan ketua pelatihan pilot zefron sangat menyesalkan perbuatan pasukanku!,” kata orang yang duduk di sebelah tuan viera yang merupakan tuan
Saya telah ceroboh.
Obrian yang bertindak sebagai penanggung jawab keamanan pesta hanya tertunduk malu , menyesali perbuatannya. Namun komandannya yang disalahkan atas itu semua.
“kita lupakan kelalaian itu sejenak!,” sela tuan viera.
Kita harus memikirkan cara untuk memusnahkan zpilon yang telah kembali menyerang. Jika di tilik kebelakang, zoilon telah mulai menyerang manusia dibumi dan menyebabkan perang ARTHA yangh di akhiri dengan musnahnya seagian besar permukaan bumi. Namun, berkat professor maxi bumi dibangun kembali hingga menjadi damai dengan penghuni yang merupakan sisa dari orang yang tewas dalam perang. Namu, zoilon tidak henti-hentinya menyerang bumi yang mengakibatkan musnahnya bumi dan mendesak para manusia yang selamat untuk mengalihkan kehidupan di ruang angkasa yang kosong. Di ruang angkasa menusia yang mempunyai teknologi mendirikan PLANT yang sekarang kita tinggali.
Tiba-tiba.
Deeeccciiiiiiiiitttttttt..!
Terdengar suara pintu yang sabgat halus namun dapat didengar oleh semua anggota pertemuan.
“siapa itu?,” ujar salah seorang anggota pertemuan dengn mengscungkan sejata kearah pintu.
Pintu pun dibuka dari luar dan ternyata orang dibalik pintu itu adalah rega yang sedang menguping berusaha mendengar percakapan di dalam.
“ternyata kau rega!,” ujar orang itu.
Rega hanya tersenyum dengan mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal pertanda malu.
“kenapa kau tidak langsung masuk saja?,” tanya oarnag itu.
“kupikir kalian sedang serius!,” katanya.
“ayo masuk!,” ajak orang itu.
Tetua pertemuan tidak terlalu memperhatikan kahadiran rega yang terkesan selengekan. Mereka terlalu serius dengan masalah yang sedang menimpa mereka. Lain halnya dengan randi yang melihat hal itu, ia merasa marah dan malu.
“mari kita lanjutkan!,” ajak tuan viera.
Perhatian para anggota pertemuan ke,bali pada masalah poko yang sedang dibahas. Lama pra orang-orang tangguh itu membicarakan masalah zoilon yang kembali menyerang.
“sebenarnya apa yang diincar zoilon itu?,” tanya pria yang duduk disamping tuan viera.
Yang lain hanya menampakan raut muka yang menendakan rasa heran, bingung dan takut yang sangat besar di benak mereka.
“minyak!,” seru rega dari tempat duduknya yang berada jauh dari para tetua.
“apa yang kau katakana tadi?,” tanya salah seorang tetua.
“minyak tuanku!,” jawabnya.
Dulu bumi kaya akan minyak, zoilon pun menyerang di area yang di deteksi mengandung minyak. Dan sekarang, area pesta kemarin pun kemungkinan mengandung minyak.
Suasana menjadi hening. Mereka menjadi sangat bingung dengan berbagai alas an zoilon menyerang bumi. Dan mengapa zoilon menyerang plant sekarang. Apakah yang diinginkan zoilon. Minyakkah seperti apa kata rega atau mereka memiliki motof tersendiri untuk menyerang. Hal itu terus berkecamuk di dalam benak merekan yang mengikuti peretemuan itu.
Jikalau ingin menanyai zoilon, apakah mereka berkenan untuk berbicara. Kalau pun mereka berbicara dengan cara apa manusaia bisa memahami bahasa zoilon yang merupakan alien atau makhluk asing yang tidak diketahui peradabannya.
***
Tak lama berselang dari kepulangan Fiona ke cina. Maxi dan seiront mendapati kabar yang sangat menyedihkan. Di kabarkan, setiba Fiona dirumahnya, zoilon menyerang cina memusnahkan bangunan bangunan dan makhluk yang berada diarea itu. Fiona dan kedua anaknyadiberitakan tewas dan suaminya luka parah. Pemerintah cina telah berusaha sebaik mungkin menghalau zoilon, hingga raja Xing Li turu tangan. Namun apa mau dikata, zoilon menyerang dengan jumlah yang tak terhitung.
buadd liat gambar char selanjut na klik disni^^ and buadd baca cerita selanjut na klik NEXT CERITA VII
Minggu, 15 Maret 2009
cerita V
“uhh..sampai juga!,” kata sifa dengan riangnya,
“ayo sifa!,” ajak impera.
Impera dan sifa turun dari mobil mewah bagai sepasang raja dan ratu. Mereka berjalan berdampingan menuju pesta dengan anggunnya.
“wahh..indah sekali! Ramai!,” seru sifa.
Impera hanya tersenyum melihat senyum bahagia sifa yang sedang menyaksikan pesta meriah dihadapannya dan baru pertama kalinya bagi sifa menghadiri sebuah pesta para bangsawan.
“eh, anak kecil!,” seru orang yang tiba-tiba dating dan menepuk bahu impera.
“huss..jangan begitu!,” sela suara halus yang melarang orang yang pertama tadi.
Impera menoleh dengan rasa penasaran yang sangat besar. Dan ternyata orang yang menepuk pundaknya adalah randi sang ahli senjata bersama tunangannya wina yang cantik.
“haiiahh..!,” seru impera.
Ternyata kau jelek!
“hahaha..!,” tawa randi.
Selamat ulang tahun, anak kecil.
Impera kembali bertindak sopan dan hanya tersenyum tanda terimakasih. Wina dan sifa juga hanya tersenyum melihat tingkah pasangan masing-masing.
“o..iya, kadomu bisa kau ambil ditempatku!,” kata randi bangga.
Aku sudah membuat sesuatu yang menapjubkan untukmu!
“baiklah, jelek!,” jawab impera.
Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka dan bersiap berbaur dengan tamu yang lain untuk menikmati pesta yang sudah di persiapkan satu bulan lalu oleh tuan viera yang sengaja di rahasiakan dari impera.
Pesta pun berjalan dengan lancar sampai acara tiup lilin yang akan dilakukan oleh impera. Namun…dengan tiba-tiba sekelompok zoilon tipe TX-21 datang menyerang dengan menembakkan misil-misil yang membuat keributan diantara para kerumunan tamu. Para prajurit zefron yang telah besiap tidak menyangka bahwa zoilon itu akan kembali menyerang. Para zefron muda terlalu panik untuk melawan sekelompok zoilon itu, karena tidak pernah berhadapan langsung.
Melihat ketidak siapan pasukan zefron muda, para senior pun bertindak. Salah satu seniornya adalah tuan viera. Dengan sigap ia melompat pada zefron yang telah ditinggalkan oleh pilotnya. Ia pun menghajar para zoilon tipe TX-21 yang berada di udara. Sementara impera, randi dan wina melawan misil zoilon yang telah jatuh dan menembakkan laser kesegala arah.
Pertarungan terjadi sangat menenggangkan, tak satu pun dari para anak muda itu untuk bernafas lega satu detik saja. Musuh berada dimana-mana, membuat orang-orang itu selalu waspada. Sifa merasa ketakutan saat itu, sifa adalah satu-satunya anak ynag tetap bertahan disana tanpa keahlian bertarung sedikit pun.
Sifa menyadari itu, jadi ia berusaha untuk tidak merepotkan, ia berusaha menjaga dirinya tetap aman dan tidak menyusahkan yang lain. Namun, ia juga tidak bias menutupi ketakutannya.
Suasana semakin tegang ketika peluru senjata mereka habis.
“randi..! peluruku habis!,” seru impera.
“iya, punyaku juga saying!,” timpal wina.
“sama saja, punyaku juga habis!,” jawab randi.
Randi berpikir apa yang akan dia lakukan, sementara wina dan impera melindungi sifa dan bertarung dengan tangan kosong.
“rega..!!,” seru randi.
Impera dan wina saling berpandangan. Mereka bingung mengingat randi dan rega sedang perang dingin.
“apa yang katakana saying __?,” tanya wina.
Belum sempat kebingungan mereka, rega dating dengan senjata meriam laser besar d pundaknya.
BOOOOOMMM …. !!
Meriam laser ditembakkan dan langsur mengenai sasaran yaitu misil-misil zoilon. Hangus sudah misil-misil itu terkena mariam laser rega.
“hahahahaha…!,” tawa rega dengan puanya.
Rega dating membawa kemenangan.
Pertempuran berakhir bersamaan, tuan viera mendaratkan zefron, impera, wina dan randi meletakkan senjata.
“maafkan aku!,” kat sifa tiba-tiba.
“taka pa, itu bukan salahmu!,” kata impera.
BOOOOMMMM….!!
Sekali lagi meriam di ledakkan d angkasa, semua orang kaget mendengar itu. Suasana pun menjadi hening sejenak melihat kilau laser d angaksa.
“reeeegggaaaaaaaaa!,” teriak randi.
“apa sii..!,” jawab rega.
“bisakah kau menjadi anak baik untuk 5menita saja?,” seru randi.
Rega hanya diam seolah tidak mendengar randi berbicara padanya. Rega adalah putra dari keluarga armeligorima. Namu ia berbeda dengan saudara dan teman-teman bangsawannya. Ia lebih dekat dengan dunia jalana daripada dunia kebangsawanan. Ia juga berprofesi sebagai asisten sang ahli senjata randi, sebenarnya, tidak diketahui secara pasti bagaimana rega bias menjadi asisten randi. Dilihat dari keseharian rega dan randi tidak pernah berhubungan baik.
“ehh, bisakah kau dengarkan aku?,” seru randi.
Randi semakin marah melihat ketidak pedulian rega atas perkataannya.
“apa sii, bawel!,” timpal rega dengan santai.
Aku hanya ingin mencairkan suasana yang tegang ini.
“APA KATAMU?,” kata randi yang mulai hilang kendali.
Akan kuhajar kau!
“apa kau berani?,” balas rega.
Mendengar itu randi merasa direndahkan, amarahnya pun tak terbendung lagi. Rega pun menanggapinya dan akhirnya mereka pun berkelahi bak anak kecil.
“ya..ampun!,” keluh wina.
“terjadi lagi!,” sahut impera.
“kenapa?,” tanya sifa.
Wina dan impera menunjukkan raut muka malupada perkelahian teman akrab mereka dan sifa menunjukkan raut muka ingin tahu apa yang ada di pikiran wina dan impera.
“ayo, anak-anak!,” kata tuan viera yang semenjak tadi berdiri di belakang mereka.
Kita pulang, dank au impera antarkan sifa pulang.
“baik ayah!,” kata impera.
“baiklah tuan!,” kata wina.
“jangan lupa obati luka kalian!,” tambah tuan viera.
Mereka pun bersiap pulang. Impera berjalan bersama sifa menuju mobil yang baru saja tiba. Wina menyeret randi dan rega setelah melerai meteka.
“ayo pulang!,” katanya.
NEXT CERITA VI


