Sabtu, 04 April 2009

CERITA VII

"maxi..!!," panggil seiront dengan nada rendah dan memeluk sam dengan erat.
"relakan sayang!," katanya datar.

Suasana hati maxi dan seiront saat it tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Hati mereka hancur, merekapun memikirkan perkembangan sam kelak.

2bulan telah berlalu.
Suami fiona, armalendra yang merupakan komandan pasukan zefron di cina. Merasa hidupnya telah berakhir dengan terbunuhnya istri dan anaknya. Ia sering berkunjung ke makam anak dan istrinya. Cina mulai bangkit kembali dengan kepemimpinan raja muda xing li. Arman d ajaknya untuk kembali ke dalam pasukan. Namun, arman menolak dan memilih hidup menyendiri di rumah di dalam pedalaman hutan yang gelap.

Di hutan
"armand, bergabunglah kembali!," pinta raja muda xing li yang telah duduk diruang tamu rumah armand yang sempit.
"apa pun yang kau katakan, apa pun yang akan kau berikan. Aku tidak akan kembali!," kata armand.

Hiruk pikuk di antara hutan yang lebat, yang penuh ketenangan tidak bisa menenangkan ketegangan mereka di dalam rumah. Para prajurit yang bersiaga diluar, tetap berdiri tegak dan siaga ajan bahaya yang mungkin akan datang. Tapi, tak bisa di pungkiri lama mereka di luar, malam tiba dan hutan yang sudah gelap menjadi semakin gelap. Binatang malam sebentar lagi akan keluar untuk mencari mangsa.

"sampai kapan kita berdiri di sini?," tanya seorang prajurit kepada prajurit lain dengan badan yang gemetaran.
"aku tidak tahu!," jawab prajurit lain dengan singkat.

Badan prajurit itu semakin gemetar, tidak tahan akan malam di hutan itu. Sementara xing li dan armand sedang bernegosiasi walaupun berat sebelah.

"sebaiknya kau pulang sekarang!," ucap armand dingin.
"tidak, sebelum kau bersedia bergabung kembali!," kata xing li.
"tuanku..!!," seru seorang prajurit yang tiba-tiba mendobrak masuk dengan wajah panik.
"ada apa?," tanyanya.
"di..Diluar para prajurit sedang diserang binatang buas, sa..saya tidak tahu binatang apa itu, binatang a..aneh!," ujar prajurit itu dengan tergagap.
"apa maksudmu?," tanyanya bingung.
"itu porazionetra!," sahut armand.
Binatang suci penunggu hutan ini, berkepala singa, berbadan kuda, bersayap elang dang kakinya berupa 2pasang kaki buaya.
"cepat evakuasi para prajurit, ku perintahkan mundur!," perintah raja.
"baik tuanku!," jawabnya.
"sebaiknya kau bawa pulang semua prajuritmu, tak ada gunanya lagi kau di sini!," ucap armand.

Tanpa berkata sepatah katapun raja xing li meninggalkan rumah armand. Sambil menghalau porazionetra para prajurit mengikuti perintah raja dan kembali ke kerajaan.

"kerja bagus, moli!," kata armand pada hewan buas itu sambil mengusap bulu halus hewan itu.

Tahun demi tahun berlalu sam pun tumbuh selayaknya anak seumurannya. Dia tumbuh menjadi anak yang ramah dan cantik. Kini sam telah berusaia 17tahun. Ia bersekolah bersama teman-teman seumuran dia.

"selamat pagi sam!," sapa salah satu temannya.
"pagi.. Diego!," jawabnya dengan senyum ramah nan cantik.

Sam adalah siswi yang pintar, ia selalu mendapat prestasi di semua hal atau kegiatan yang ia ikuti.

"selamat sam, atas prestasimu di dunia lingkungan!," ucap guru pembimbing lingkungan.
"terimakasih bu!," jawabnya dengan sopan.

Sam juga diam-diam tertarik dengan teknologi yang sedang di kembangkan oleh ayahnya maxi. Setiap maxi bekerja, dengan diam-diam sam mengamatinya.

"hei.. apa yang kau lakukan nona cantik!," ucap maxi yang pada suatu hari menemukan sam sedang mengamatinya.
"tak ada ayah!," jawabnya dengan senyum malu tersungging di bibirnya yang indah.
"ayah tahu kau sedang mengamati ayah!," kata maxi.

Sam hanya tersenyum malu, sambil menganggukkan kepala tanda setuju dengan kata-kata maxi.

"kemarilah!," ajak maxi.

Sam mengikuti ayahnya menuju lab dimana maxi bekerja. Disana maxi menjelaskan apa-apa saja yang ada di dalam lab tersebut. Sam menyaksikan semua itu dengan semangat dan terpukau. Untuk pertama kalinya sam memasuki lab itu. Kejadian langka itu di manfaatkan sam dengan bertanya berjuta pertanyaan.

"kau anak yang cerdas sayang!," kata maxi sambil mengusap rambut anaknya.

Lulus dari perguruan tinggi sam memutuskan untuk menjadi ilmuan seperti maxi. Pada suatu hari, sam menghadiri sebuah seminar ilmuan sedunia. Di tempat it ia bertemu dengan seorang pria yang bernama leandro li viera yang merupakan seorang bangsawan. Mereka pun bertemu dan setuju menjalin komitmen.

"kau serius dengan ucapanmu?," tanya sam.
"sangat serius sayang!," jawab leandro.
"terimakasih sayang!," kata sam sambil memeluk leandro.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar