Sementara randi dan wina sedang membahas hal yang tidak jelas. Mobil yang membawa impera dan sifa pun tiba di depan pesta.
“uhh..sampai juga!,” kata sifa dengan riangnya,
“ayo sifa!,” ajak impera.
Impera dan sifa turun dari mobil mewah bagai sepasang raja dan ratu. Mereka berjalan berdampingan menuju pesta dengan anggunnya.
“wahh..indah sekali! Ramai!,” seru sifa.
Impera hanya tersenyum melihat senyum bahagia sifa yang sedang menyaksikan pesta meriah dihadapannya dan baru pertama kalinya bagi sifa menghadiri sebuah pesta para bangsawan.
“eh, anak kecil!,” seru orang yang tiba-tiba dating dan menepuk bahu impera.
“huss..jangan begitu!,” sela suara halus yang melarang orang yang pertama tadi.
Impera menoleh dengan rasa penasaran yang sangat besar. Dan ternyata orang yang menepuk pundaknya adalah randi sang ahli senjata bersama tunangannya wina yang cantik.
“haiiahh..!,” seru impera.
Ternyata kau jelek!
“hahaha..!,” tawa randi.
Selamat ulang tahun, anak kecil.
Impera kembali bertindak sopan dan hanya tersenyum tanda terimakasih. Wina dan sifa juga hanya tersenyum melihat tingkah pasangan masing-masing.
“o..iya, kadomu bisa kau ambil ditempatku!,” kata randi bangga.
Aku sudah membuat sesuatu yang menapjubkan untukmu!
“baiklah, jelek!,” jawab impera.
Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka dan bersiap berbaur dengan tamu yang lain untuk menikmati pesta yang sudah di persiapkan satu bulan lalu oleh tuan viera yang sengaja di rahasiakan dari impera.
Pesta pun berjalan dengan lancar sampai acara tiup lilin yang akan dilakukan oleh impera. Namun…dengan tiba-tiba sekelompok zoilon tipe TX-21 datang menyerang dengan menembakkan misil-misil yang membuat keributan diantara para kerumunan tamu. Para prajurit zefron yang telah besiap tidak menyangka bahwa zoilon itu akan kembali menyerang. Para zefron muda terlalu panik untuk melawan sekelompok zoilon itu, karena tidak pernah berhadapan langsung.
Melihat ketidak siapan pasukan zefron muda, para senior pun bertindak. Salah satu seniornya adalah tuan viera. Dengan sigap ia melompat pada zefron yang telah ditinggalkan oleh pilotnya. Ia pun menghajar para zoilon tipe TX-21 yang berada di udara. Sementara impera, randi dan wina melawan misil zoilon yang telah jatuh dan menembakkan laser kesegala arah.
Pertarungan terjadi sangat menenggangkan, tak satu pun dari para anak muda itu untuk bernafas lega satu detik saja. Musuh berada dimana-mana, membuat orang-orang itu selalu waspada. Sifa merasa ketakutan saat itu, sifa adalah satu-satunya anak ynag tetap bertahan disana tanpa keahlian bertarung sedikit pun.
Sifa menyadari itu, jadi ia berusaha untuk tidak merepotkan, ia berusaha menjaga dirinya tetap aman dan tidak menyusahkan yang lain. Namun, ia juga tidak bias menutupi ketakutannya.
Suasana semakin tegang ketika peluru senjata mereka habis.
“randi..! peluruku habis!,” seru impera.
“iya, punyaku juga saying!,” timpal wina.
“sama saja, punyaku juga habis!,” jawab randi.
Randi berpikir apa yang akan dia lakukan, sementara wina dan impera melindungi sifa dan bertarung dengan tangan kosong.
“rega..!!,” seru randi.
Impera dan wina saling berpandangan. Mereka bingung mengingat randi dan rega sedang perang dingin.
“apa yang katakana saying __?,” tanya wina.
Belum sempat kebingungan mereka, rega dating dengan senjata meriam laser besar d pundaknya.
BOOOOOMMM …. !!
Meriam laser ditembakkan dan langsur mengenai sasaran yaitu misil-misil zoilon. Hangus sudah misil-misil itu terkena mariam laser rega.
“hahahahaha…!,” tawa rega dengan puanya.
Rega dating membawa kemenangan.
Pertempuran berakhir bersamaan, tuan viera mendaratkan zefron, impera, wina dan randi meletakkan senjata.
“maafkan aku!,” kat sifa tiba-tiba.
“taka pa, itu bukan salahmu!,” kata impera.
BOOOOMMMM….!!
Sekali lagi meriam di ledakkan d angkasa, semua orang kaget mendengar itu. Suasana pun menjadi hening sejenak melihat kilau laser d angaksa.
“reeeegggaaaaaaaaa!,” teriak randi.
“apa sii..!,” jawab rega.
“bisakah kau menjadi anak baik untuk 5menita saja?,” seru randi.
Rega hanya diam seolah tidak mendengar randi berbicara padanya. Rega adalah putra dari keluarga armeligorima. Namu ia berbeda dengan saudara dan teman-teman bangsawannya. Ia lebih dekat dengan dunia jalana daripada dunia kebangsawanan. Ia juga berprofesi sebagai asisten sang ahli senjata randi, sebenarnya, tidak diketahui secara pasti bagaimana rega bias menjadi asisten randi. Dilihat dari keseharian rega dan randi tidak pernah berhubungan baik.
“ehh, bisakah kau dengarkan aku?,” seru randi.
Randi semakin marah melihat ketidak pedulian rega atas perkataannya.
“apa sii, bawel!,” timpal rega dengan santai.
Aku hanya ingin mencairkan suasana yang tegang ini.
“APA KATAMU?,” kata randi yang mulai hilang kendali.
Akan kuhajar kau!
“apa kau berani?,” balas rega.
Mendengar itu randi merasa direndahkan, amarahnya pun tak terbendung lagi. Rega pun menanggapinya dan akhirnya mereka pun berkelahi bak anak kecil.
“ya..ampun!,” keluh wina.
“terjadi lagi!,” sahut impera.
“kenapa?,” tanya sifa.
Wina dan impera menunjukkan raut muka malupada perkelahian teman akrab mereka dan sifa menunjukkan raut muka ingin tahu apa yang ada di pikiran wina dan impera.
“ayo, anak-anak!,” kata tuan viera yang semenjak tadi berdiri di belakang mereka.
Kita pulang, dank au impera antarkan sifa pulang.
“baik ayah!,” kata impera.
“baiklah tuan!,” kata wina.
“jangan lupa obati luka kalian!,” tambah tuan viera.
Mereka pun bersiap pulang. Impera berjalan bersama sifa menuju mobil yang baru saja tiba. Wina menyeret randi dan rega setelah melerai meteka.
“ayo pulang!,” katanya.
NEXT CERITA VI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar