Kulit muka shinji dan impera terlihat sangat merah karena kelelahan.
"tembakan bagus!," kata shinji di sela-sela nafasnya yang tersengal.
"kau juga!," timpal impera seraya menepuk pundak shinji.
Di sela-sela pembicaraan mereka, impera teringat kepada sifa yang memberinya selamat sebagai orang pertama.
"terimakasih sifa!," ucap impera dalam hati.
09:00 WP (waktu plant).
Seperti hari-hari biasa, impera ke sekolah dengan berjalan kaki. Tidak seperti bangsawan kebanyakan, impera lebih merakyat.
"impera...!," panggil sifa dari atas sepeda hijaunya dan segera turun untuk berjalan bersama impera.
"hai, sifa. Selamat pagi!," sapa impera.
"selamat pagi impera!," ucap sifa dengan senyum yang sangat manis.
"bagaimana?," tanya sifa tiba-tiba.
"aku langsung naik tingkat!," jawab impera sambil berjalan.
"aaa..Kau hebat impera!," kata sifa.
"terimakasih!," kata impera dengan senyum hangat.
"impera ---!," belum sempat sifa menyelesaikan kalimatnya.
Terdengar suara keras yang berasal dari belakang gedung sekolah.
"apa itu?," tanya sifa.
Impera dengan sigap langsung berlari menuju arah suara itu.
GRUKK!! BRAKK!!
Gedung lama sekolah hancur akibat di tampar sebuah benda raksasa yang bergerak.
"apa yang di lakukan zefron disini?," tanya salah seorang murid dengan mulut menganga karena terkejut.
"aaa..Gedungku!," triak wakil kepala sekolah yang baru saja tiba.
Wakit kepala sekolah bertingkah aneh karena gedung lama sekolah yang di rencanakan akan di buat panggung pementasan runtuh, rata dengan tanah.
"gedungku..!," ulangnya lagi dengan ekspresi yang sama.
Sementara kepala sekolah sekaligus pemilik gedung hanya diam dan tersenyum simpul.
"sudahlah, pak konda!," katanya ramah.
"a..Apah?," katanya kacau dan mulai meracau tidak jelas.
"duh..Ya ampun!," kata kepala sekolah heran sambil memegang keningnya.
Impera yang berusaha mendekati zefron liar itu terkejut melihat pilot yang mengendalikan zefron itu.
"ameka, apa yang kau lakukan dengan zefron itu?," tanya impera sedikit berteriak dari atas gedung baru sekolah.
"kakak..!," kata ameka dengan suara yang sangat senang.
"cepat turun dari sana!," perintah impera.
"tidak, di sini menyenangkan!," katanya.
"cepat turun, benda itu berbahaya!," kata impera meyakinkan ameka.
"tidak, kakak!," kata ameka menyepelekan impera.
Namun, ameka melakukan sebuah kesalahan. Ia menekan dan asal mengendalikan tombol-tombol yang ada. Katup laser terbuka, zefron pun bergerak tanpa kendali ameka. Zefron bergerak liar, rudal, misil, laser dan senjata lainnya keluar dengan sendirinya dan menghancurkan apapun di hadapannya.
"kakak!," triak ameka panik.
"tenang, ameka!," triak impera.
Zefron hilang kendali, badan dalam zefron pun mulai konslet. Ameka yang di dalamnya sangat panik dan berteriak-teriak memanggil impera.
"kakak, tolong aku!," triak ameka yang mulai menangis.
"tenang sayang!," kata impera yang melompat ke dalam zefron.
"berikan padaku!," kata shinji yang tiba-tiba muncul dengan ransel jetnya.
Ameka yang pingsan diberikan impera pada shinji. Dengan segera impera membawa zefron ke angkasa dan melompat dari zefron yang segera meledak.
DUARR..!!
Suara zefron yang meledak terdengar sangat keras.
"hei..Impera, apa yang kau lakukan di sana?," tanya randi yang datang ke tempat kejadian.
"tolong dia, cepat!," kata wina menjewer telinga randi.
"iya, iya sayang!," katanya.
Randi segera terbang menolong impera dengan jet sky nya .
"tunggu aku di sana impera!," kata randi sok cool.
Impera telah tak sadarkan diri saat randi menolongnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar