Siang itu leandro bekerja seperti biasanya.
"apa yang sedang kau lakukan sayang?," tanya sam yang baru saja masuk membawakan secangkir kopi.
"kau tau sayang, meneliti zoilon!," ujar leandro.
"ohh..!," kata sam lirih.
"sudahlah sayang!," kata leandro seraya bangkit dari tempat duduknya.
Sam tampak lesu mengingat perbuatan zoilon yang telah menewaskan ibu kandungnya.
***
"impera..!," panggil sifa yang berlari ke arah impera.
"ada apa sifa?," tanya impera bingung.
Sifa berlari ke arah impera dan menubruk na dengan lumayan keras.
"ada apa sifa?," ulang impera.
"selamat ya impera!," ujar sifa mengadah menatap mata impera dengan wajah ceria.
"selamat untuk apa?," tanya impera semakin bingung dengan kata-kata sifa.
"TENG TONG TING TONG"
bunyi bel sekolah yang berbunyi pertanda kelas akan segera di mulai.
"bel, ayo kita masuk!," ajak impera.
"tidak, tunggu!," ujar sifa.
Biarkan aku menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padamu.
"selamat untuk apa sifa?," tanya impera.
"kau..kau..!," ucap sifa tergagagp.
Kau di terima di pasukan zefron junior.
Kata-kata sifa sedikit menyentak karena terlalu gugup mengatakannya.
"terimasih sifa, aku senang mendengarnya!," kata impera sambil menepuk dan mengusap rambut lurus sifa.
"iya!," ucap sifa kegirangan.
"mari kita masuk kelas!," ajak impera.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas masing-masing.
"kau terlambat tuan muda!," tegur seorang guru yang telah berdiri di depan kelas.
"oh, maafkan saya pak!," kata impera sopan.
"baiklah, tak usa banyak basa-basi, cepat duduk di tempatmu dan buka bab lingkungan!," perintah guru itu.
"terimakasih pak!," jawab impera singkat.
"jadi ___!," terang guru.
"TOK TOK TOK"
belum sempat guru it menyelesaikan satu kalimat, pintu di ketuk dan di buka dari luar. Seluruh pandangan penghuni kelas langsung tertuju ke arah pintu.
"maaf pak Kim!," kata seseorang yang baru masug yang di sampingnya berdiri seorang siswa yang tidak dikenal.
"ah__ya__pak, silahkan pak!," kata guru itu.
"baiklah anak-anak!," kata orang yang baru masuk.
Saya membawa teman baru untuk kalian.
Anak-anak bermuka cengo secara bersamaan, melihat anak baru yang di bawa pak kepala sekolah. Seorang laki-laki tampan tapi juga cantik.
"terimakasih pak!," ucap siswa itu.
"perkenalkan dirimu pada teman barumu!," ujar kepala sekolah.
"uhm..baiklah!," anak itu mulai berbicara.
Nama saya Hinamori Shinji, murid pindahan dari zona 7 plant, mohon kerjasamanya.
Anak-anak terdiam dan mulai tertawa terbahak-bahak mendengar nama anak baru itu.
"hahaha..!," tawa anak-anak.
"kau perempuan?," tanya salah seorang murid.
"saya laki-laki!," jawabnya ramah.
"hay nona manis, maukah kau duduk bersamaku?," goda anak lain dengan mendorong-dorong teman di bangku sebelahnya.
"sudah-sudah!," ujar kepala sekolah.
Shinji kau duduk di samping impera, ya, yang itu.
Shinji pun berjalan dan duduk di sebelah impera, impera dengan ramah mengajaknya berbincang.
"hay, saya impera!," kata impera memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"senang bertemu denganmu impera, saya shinji!," jawabnya ramah.
Tiba saatnya para calon prajurit junior zefron yang telah menempuh ujian, menerima pengumuman. Impera berbaris di barisan paling depan, saat matanya menerawang kesegala arah. Ia menemukan shinji berdiri di antara para pasukan elite. Dalam benaknya ia berfikir keras atas itu semua.
"impera li viera"
terdengar seseorang sedang membacakan pengumuman .
"mendapat scor sempurna 1000poin, di tempatkan di pelatihan pasukan elite".
"siap!," ucap impera dengan badan tegak dan menghormat pada ketua/pemimpin zefron di hadapannya kemudian berlari menuju blok lain.
"baik para siswa terpilih!," kata seorang pelatih.
Aku tidak akan bersikap bak diktaktor seperti pelatih lainnya. Aku akan bersikap santai tapi serius, karena aku melatih orang-orang pilihan, orang-orang yang sadar akan pentingnya pelatihan ini.
Lama pelatih itu berpidato, pelatihan di mulai dengan hal-hal yang ringan. Impera terperangah mengetahui shinji berada 1pleton dengan dirinya.
"hay, kita bertemu lagi!," sapa impera.
"hay!," balas shinji.
"kau masuk di pleton yang rama denganku!," kata impera basa-basi.
"aku telah menjadi prajurit di daerahku dan aku di pindahkan untuk menjadi yang terbaik!," ceritanya.
"impera li viera, hanamori shinji!," panggil komandan pleton.
"siap!," ucap impera dan shinji bersamaan.
Latihan menembak.
Imperan dan shinji siap menembak sasaran. Keakuratan mereka saat menembak sama, sampai-sampai pelatihnya kagum dan terus menaikkan tingkat kesulitan sasaran tembak. Dan benar pikiran pelatih itu, mereka sanggu mengenai semua sasaran yang ada sampai level terakir yang biasa digunakan untuk pelatihan pasukan elite profesional.
"well done!," puji pelatih seraya bertepuk tangan tanda kagum.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar