untuk saat ini posting saia pending untuk beberapa saat, di karenakan kegiatan sekolah yang tag bisa di tinggalkan . maaf atas ketidak nyamanan anda - .-"
untuk membaca dari cerita I bisa klik link di bawah :
klik ajah link ini ^^
Sabtu, 25 April 2009
Sabtu, 18 April 2009
CERITA IX
Kulit muka shinji dan impera terlihat sangat merah karena kelelahan.
"tembakan bagus!," kata shinji di sela-sela nafasnya yang tersengal.
"kau juga!," timpal impera seraya menepuk pundak shinji.
Di sela-sela pembicaraan mereka, impera teringat kepada sifa yang memberinya selamat sebagai orang pertama.
"terimakasih sifa!," ucap impera dalam hati.
09:00 WP (waktu plant).
Seperti hari-hari biasa, impera ke sekolah dengan berjalan kaki. Tidak seperti bangsawan kebanyakan, impera lebih merakyat.
"impera...!," panggil sifa dari atas sepeda hijaunya dan segera turun untuk berjalan bersama impera.
"hai, sifa. Selamat pagi!," sapa impera.
"selamat pagi impera!," ucap sifa dengan senyum yang sangat manis.
"bagaimana?," tanya sifa tiba-tiba.
"aku langsung naik tingkat!," jawab impera sambil berjalan.
"aaa..Kau hebat impera!," kata sifa.
"terimakasih!," kata impera dengan senyum hangat.
"impera ---!," belum sempat sifa menyelesaikan kalimatnya.
Terdengar suara keras yang berasal dari belakang gedung sekolah.
"apa itu?," tanya sifa.
Impera dengan sigap langsung berlari menuju arah suara itu.
GRUKK!! BRAKK!!
Gedung lama sekolah hancur akibat di tampar sebuah benda raksasa yang bergerak.
"apa yang di lakukan zefron disini?," tanya salah seorang murid dengan mulut menganga karena terkejut.
"aaa..Gedungku!," triak wakil kepala sekolah yang baru saja tiba.
Wakit kepala sekolah bertingkah aneh karena gedung lama sekolah yang di rencanakan akan di buat panggung pementasan runtuh, rata dengan tanah.
"gedungku..!," ulangnya lagi dengan ekspresi yang sama.
Sementara kepala sekolah sekaligus pemilik gedung hanya diam dan tersenyum simpul.
"sudahlah, pak konda!," katanya ramah.
"a..Apah?," katanya kacau dan mulai meracau tidak jelas.
"duh..Ya ampun!," kata kepala sekolah heran sambil memegang keningnya.
Impera yang berusaha mendekati zefron liar itu terkejut melihat pilot yang mengendalikan zefron itu.
"ameka, apa yang kau lakukan dengan zefron itu?," tanya impera sedikit berteriak dari atas gedung baru sekolah.
"kakak..!," kata ameka dengan suara yang sangat senang.
"cepat turun dari sana!," perintah impera.
"tidak, di sini menyenangkan!," katanya.
"cepat turun, benda itu berbahaya!," kata impera meyakinkan ameka.
"tidak, kakak!," kata ameka menyepelekan impera.
Namun, ameka melakukan sebuah kesalahan. Ia menekan dan asal mengendalikan tombol-tombol yang ada. Katup laser terbuka, zefron pun bergerak tanpa kendali ameka. Zefron bergerak liar, rudal, misil, laser dan senjata lainnya keluar dengan sendirinya dan menghancurkan apapun di hadapannya.
"kakak!," triak ameka panik.
"tenang, ameka!," triak impera.
Zefron hilang kendali, badan dalam zefron pun mulai konslet. Ameka yang di dalamnya sangat panik dan berteriak-teriak memanggil impera.
"kakak, tolong aku!," triak ameka yang mulai menangis.
"tenang sayang!," kata impera yang melompat ke dalam zefron.
"berikan padaku!," kata shinji yang tiba-tiba muncul dengan ransel jetnya.
Ameka yang pingsan diberikan impera pada shinji. Dengan segera impera membawa zefron ke angkasa dan melompat dari zefron yang segera meledak.
DUARR..!!
Suara zefron yang meledak terdengar sangat keras.
"hei..Impera, apa yang kau lakukan di sana?," tanya randi yang datang ke tempat kejadian.
"tolong dia, cepat!," kata wina menjewer telinga randi.
"iya, iya sayang!," katanya.
Randi segera terbang menolong impera dengan jet sky nya .
"tunggu aku di sana impera!," kata randi sok cool.
Impera telah tak sadarkan diri saat randi menolongnya.
"tembakan bagus!," kata shinji di sela-sela nafasnya yang tersengal.
"kau juga!," timpal impera seraya menepuk pundak shinji.
Di sela-sela pembicaraan mereka, impera teringat kepada sifa yang memberinya selamat sebagai orang pertama.
"terimakasih sifa!," ucap impera dalam hati.
09:00 WP (waktu plant).
Seperti hari-hari biasa, impera ke sekolah dengan berjalan kaki. Tidak seperti bangsawan kebanyakan, impera lebih merakyat.
"impera...!," panggil sifa dari atas sepeda hijaunya dan segera turun untuk berjalan bersama impera.
"hai, sifa. Selamat pagi!," sapa impera.
"selamat pagi impera!," ucap sifa dengan senyum yang sangat manis.
"bagaimana?," tanya sifa tiba-tiba.
"aku langsung naik tingkat!," jawab impera sambil berjalan.
"aaa..Kau hebat impera!," kata sifa.
"terimakasih!," kata impera dengan senyum hangat.
"impera ---!," belum sempat sifa menyelesaikan kalimatnya.
Terdengar suara keras yang berasal dari belakang gedung sekolah.
"apa itu?," tanya sifa.
Impera dengan sigap langsung berlari menuju arah suara itu.
GRUKK!! BRAKK!!
Gedung lama sekolah hancur akibat di tampar sebuah benda raksasa yang bergerak.
"apa yang di lakukan zefron disini?," tanya salah seorang murid dengan mulut menganga karena terkejut.
"aaa..Gedungku!," triak wakil kepala sekolah yang baru saja tiba.
Wakit kepala sekolah bertingkah aneh karena gedung lama sekolah yang di rencanakan akan di buat panggung pementasan runtuh, rata dengan tanah.
"gedungku..!," ulangnya lagi dengan ekspresi yang sama.
Sementara kepala sekolah sekaligus pemilik gedung hanya diam dan tersenyum simpul.
"sudahlah, pak konda!," katanya ramah.
"a..Apah?," katanya kacau dan mulai meracau tidak jelas.
"duh..Ya ampun!," kata kepala sekolah heran sambil memegang keningnya.
Impera yang berusaha mendekati zefron liar itu terkejut melihat pilot yang mengendalikan zefron itu.
"ameka, apa yang kau lakukan dengan zefron itu?," tanya impera sedikit berteriak dari atas gedung baru sekolah.
"kakak..!," kata ameka dengan suara yang sangat senang.
"cepat turun dari sana!," perintah impera.
"tidak, di sini menyenangkan!," katanya.
"cepat turun, benda itu berbahaya!," kata impera meyakinkan ameka.
"tidak, kakak!," kata ameka menyepelekan impera.
Namun, ameka melakukan sebuah kesalahan. Ia menekan dan asal mengendalikan tombol-tombol yang ada. Katup laser terbuka, zefron pun bergerak tanpa kendali ameka. Zefron bergerak liar, rudal, misil, laser dan senjata lainnya keluar dengan sendirinya dan menghancurkan apapun di hadapannya.
"kakak!," triak ameka panik.
"tenang, ameka!," triak impera.
Zefron hilang kendali, badan dalam zefron pun mulai konslet. Ameka yang di dalamnya sangat panik dan berteriak-teriak memanggil impera.
"kakak, tolong aku!," triak ameka yang mulai menangis.
"tenang sayang!," kata impera yang melompat ke dalam zefron.
"berikan padaku!," kata shinji yang tiba-tiba muncul dengan ransel jetnya.
Ameka yang pingsan diberikan impera pada shinji. Dengan segera impera membawa zefron ke angkasa dan melompat dari zefron yang segera meledak.
DUARR..!!
Suara zefron yang meledak terdengar sangat keras.
"hei..Impera, apa yang kau lakukan di sana?," tanya randi yang datang ke tempat kejadian.
"tolong dia, cepat!," kata wina menjewer telinga randi.
"iya, iya sayang!," katanya.
Randi segera terbang menolong impera dengan jet sky nya .
"tunggu aku di sana impera!," kata randi sok cool.
Impera telah tak sadarkan diri saat randi menolongnya.
Sabtu, 11 April 2009
CERITA VIII
"oh..sayang, i love you!," ucap leandro.
Siang itu leandro bekerja seperti biasanya.
"apa yang sedang kau lakukan sayang?," tanya sam yang baru saja masuk membawakan secangkir kopi.
"kau tau sayang, meneliti zoilon!," ujar leandro.
"ohh..!," kata sam lirih.
"sudahlah sayang!," kata leandro seraya bangkit dari tempat duduknya.
Sam tampak lesu mengingat perbuatan zoilon yang telah menewaskan ibu kandungnya.
"impera..!," panggil sifa yang berlari ke arah impera.
"ada apa sifa?," tanya impera bingung.
Sifa berlari ke arah impera dan menubruk na dengan lumayan keras.
"ada apa sifa?," ulang impera.
"selamat ya impera!," ujar sifa mengadah menatap mata impera dengan wajah ceria.
"selamat untuk apa?," tanya impera semakin bingung dengan kata-kata sifa.
"TENG TONG TING TONG"
bunyi bel sekolah yang berbunyi pertanda kelas akan segera di mulai.
"bel, ayo kita masuk!," ajak impera.
"tidak, tunggu!," ujar sifa.
Biarkan aku menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padamu.
"selamat untuk apa sifa?," tanya impera.
"kau..kau..!," ucap sifa tergagagp.
Kau di terima di pasukan zefron junior.
Kata-kata sifa sedikit menyentak karena terlalu gugup mengatakannya.
"terimasih sifa, aku senang mendengarnya!," kata impera sambil menepuk dan mengusap rambut lurus sifa.
"iya!," ucap sifa kegirangan.
"mari kita masuk kelas!," ajak impera.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas masing-masing.
"kau terlambat tuan muda!," tegur seorang guru yang telah berdiri di depan kelas.
"oh, maafkan saya pak!," kata impera sopan.
"baiklah, tak usa banyak basa-basi, cepat duduk di tempatmu dan buka bab lingkungan!," perintah guru itu.
"terimakasih pak!," jawab impera singkat.
"jadi ___!," terang guru.
"TOK TOK TOK"
belum sempat guru it menyelesaikan satu kalimat, pintu di ketuk dan di buka dari luar. Seluruh pandangan penghuni kelas langsung tertuju ke arah pintu.
"maaf pak Kim!," kata seseorang yang baru masug yang di sampingnya berdiri seorang siswa yang tidak dikenal.
"ah__ya__pak, silahkan pak!," kata guru itu.
"baiklah anak-anak!," kata orang yang baru masuk.
Saya membawa teman baru untuk kalian.
Anak-anak bermuka cengo secara bersamaan, melihat anak baru yang di bawa pak kepala sekolah. Seorang laki-laki tampan tapi juga cantik.
"terimakasih pak!," ucap siswa itu.
"perkenalkan dirimu pada teman barumu!," ujar kepala sekolah.
"uhm..baiklah!," anak itu mulai berbicara.
Nama saya Hinamori Shinji, murid pindahan dari zona 7 plant, mohon kerjasamanya.
Anak-anak terdiam dan mulai tertawa terbahak-bahak mendengar nama anak baru itu.
"hahaha..!," tawa anak-anak.
"kau perempuan?," tanya salah seorang murid.
"saya laki-laki!," jawabnya ramah.
"hay nona manis, maukah kau duduk bersamaku?," goda anak lain dengan mendorong-dorong teman di bangku sebelahnya.
"sudah-sudah!," ujar kepala sekolah.
Shinji kau duduk di samping impera, ya, yang itu.
Shinji pun berjalan dan duduk di sebelah impera, impera dengan ramah mengajaknya berbincang.
"hay, saya impera!," kata impera memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"senang bertemu denganmu impera, saya shinji!," jawabnya ramah.
Tiba saatnya para calon prajurit junior zefron yang telah menempuh ujian, menerima pengumuman. Impera berbaris di barisan paling depan, saat matanya menerawang kesegala arah. Ia menemukan shinji berdiri di antara para pasukan elite. Dalam benaknya ia berfikir keras atas itu semua.
"impera li viera"
terdengar seseorang sedang membacakan pengumuman .
"mendapat scor sempurna 1000poin, di tempatkan di pelatihan pasukan elite".
"siap!," ucap impera dengan badan tegak dan menghormat pada ketua/pemimpin zefron di hadapannya kemudian berlari menuju blok lain.
"baik para siswa terpilih!," kata seorang pelatih.
Aku tidak akan bersikap bak diktaktor seperti pelatih lainnya. Aku akan bersikap santai tapi serius, karena aku melatih orang-orang pilihan, orang-orang yang sadar akan pentingnya pelatihan ini.
Lama pelatih itu berpidato, pelatihan di mulai dengan hal-hal yang ringan. Impera terperangah mengetahui shinji berada 1pleton dengan dirinya.
"hay, kita bertemu lagi!," sapa impera.
"hay!," balas shinji.
"kau masuk di pleton yang rama denganku!," kata impera basa-basi.
"aku telah menjadi prajurit di daerahku dan aku di pindahkan untuk menjadi yang terbaik!," ceritanya.
"impera li viera, hanamori shinji!," panggil komandan pleton.
"siap!," ucap impera dan shinji bersamaan.
Latihan menembak.
Imperan dan shinji siap menembak sasaran. Keakuratan mereka saat menembak sama, sampai-sampai pelatihnya kagum dan terus menaikkan tingkat kesulitan sasaran tembak. Dan benar pikiran pelatih itu, mereka sanggu mengenai semua sasaran yang ada sampai level terakir yang biasa digunakan untuk pelatihan pasukan elite profesional.
"well done!," puji pelatih seraya bertepuk tangan tanda kagum.
Siang itu leandro bekerja seperti biasanya.
"apa yang sedang kau lakukan sayang?," tanya sam yang baru saja masuk membawakan secangkir kopi.
"kau tau sayang, meneliti zoilon!," ujar leandro.
"ohh..!," kata sam lirih.
"sudahlah sayang!," kata leandro seraya bangkit dari tempat duduknya.
Sam tampak lesu mengingat perbuatan zoilon yang telah menewaskan ibu kandungnya.
***
"impera..!," panggil sifa yang berlari ke arah impera.
"ada apa sifa?," tanya impera bingung.
Sifa berlari ke arah impera dan menubruk na dengan lumayan keras.
"ada apa sifa?," ulang impera.
"selamat ya impera!," ujar sifa mengadah menatap mata impera dengan wajah ceria.
"selamat untuk apa?," tanya impera semakin bingung dengan kata-kata sifa.
"TENG TONG TING TONG"
bunyi bel sekolah yang berbunyi pertanda kelas akan segera di mulai.
"bel, ayo kita masuk!," ajak impera.
"tidak, tunggu!," ujar sifa.
Biarkan aku menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat padamu.
"selamat untuk apa sifa?," tanya impera.
"kau..kau..!," ucap sifa tergagagp.
Kau di terima di pasukan zefron junior.
Kata-kata sifa sedikit menyentak karena terlalu gugup mengatakannya.
"terimasih sifa, aku senang mendengarnya!," kata impera sambil menepuk dan mengusap rambut lurus sifa.
"iya!," ucap sifa kegirangan.
"mari kita masuk kelas!," ajak impera.
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas masing-masing.
"kau terlambat tuan muda!," tegur seorang guru yang telah berdiri di depan kelas.
"oh, maafkan saya pak!," kata impera sopan.
"baiklah, tak usa banyak basa-basi, cepat duduk di tempatmu dan buka bab lingkungan!," perintah guru itu.
"terimakasih pak!," jawab impera singkat.
"jadi ___!," terang guru.
"TOK TOK TOK"
belum sempat guru it menyelesaikan satu kalimat, pintu di ketuk dan di buka dari luar. Seluruh pandangan penghuni kelas langsung tertuju ke arah pintu.
"maaf pak Kim!," kata seseorang yang baru masug yang di sampingnya berdiri seorang siswa yang tidak dikenal.
"ah__ya__pak, silahkan pak!," kata guru itu.
"baiklah anak-anak!," kata orang yang baru masuk.
Saya membawa teman baru untuk kalian.
Anak-anak bermuka cengo secara bersamaan, melihat anak baru yang di bawa pak kepala sekolah. Seorang laki-laki tampan tapi juga cantik.
"terimakasih pak!," ucap siswa itu.
"perkenalkan dirimu pada teman barumu!," ujar kepala sekolah.
"uhm..baiklah!," anak itu mulai berbicara.
Nama saya Hinamori Shinji, murid pindahan dari zona 7 plant, mohon kerjasamanya.
Anak-anak terdiam dan mulai tertawa terbahak-bahak mendengar nama anak baru itu.
"hahaha..!," tawa anak-anak.
"kau perempuan?," tanya salah seorang murid.
"saya laki-laki!," jawabnya ramah.
"hay nona manis, maukah kau duduk bersamaku?," goda anak lain dengan mendorong-dorong teman di bangku sebelahnya.
"sudah-sudah!," ujar kepala sekolah.
Shinji kau duduk di samping impera, ya, yang itu.
Shinji pun berjalan dan duduk di sebelah impera, impera dengan ramah mengajaknya berbincang.
"hay, saya impera!," kata impera memperkenalkan diri seraya mengulurkan tangan untuk bersalaman.
"senang bertemu denganmu impera, saya shinji!," jawabnya ramah.
Tiba saatnya para calon prajurit junior zefron yang telah menempuh ujian, menerima pengumuman. Impera berbaris di barisan paling depan, saat matanya menerawang kesegala arah. Ia menemukan shinji berdiri di antara para pasukan elite. Dalam benaknya ia berfikir keras atas itu semua.
"impera li viera"
terdengar seseorang sedang membacakan pengumuman .
"mendapat scor sempurna 1000poin, di tempatkan di pelatihan pasukan elite".
"siap!," ucap impera dengan badan tegak dan menghormat pada ketua/pemimpin zefron di hadapannya kemudian berlari menuju blok lain.
"baik para siswa terpilih!," kata seorang pelatih.
Aku tidak akan bersikap bak diktaktor seperti pelatih lainnya. Aku akan bersikap santai tapi serius, karena aku melatih orang-orang pilihan, orang-orang yang sadar akan pentingnya pelatihan ini.
Lama pelatih itu berpidato, pelatihan di mulai dengan hal-hal yang ringan. Impera terperangah mengetahui shinji berada 1pleton dengan dirinya.
"hay, kita bertemu lagi!," sapa impera.
"hay!," balas shinji.
"kau masuk di pleton yang rama denganku!," kata impera basa-basi.
"aku telah menjadi prajurit di daerahku dan aku di pindahkan untuk menjadi yang terbaik!," ceritanya.
"impera li viera, hanamori shinji!," panggil komandan pleton.
"siap!," ucap impera dan shinji bersamaan.
Latihan menembak.
Imperan dan shinji siap menembak sasaran. Keakuratan mereka saat menembak sama, sampai-sampai pelatihnya kagum dan terus menaikkan tingkat kesulitan sasaran tembak. Dan benar pikiran pelatih itu, mereka sanggu mengenai semua sasaran yang ada sampai level terakir yang biasa digunakan untuk pelatihan pasukan elite profesional.
"well done!," puji pelatih seraya bertepuk tangan tanda kagum.
Sabtu, 04 April 2009
CERITA VII
"maxi..!!," panggil seiront dengan nada rendah dan memeluk sam dengan erat.
"relakan sayang!," katanya datar.
Suasana hati maxi dan seiront saat it tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Hati mereka hancur, merekapun memikirkan perkembangan sam kelak.
2bulan telah berlalu.
Suami fiona, armalendra yang merupakan komandan pasukan zefron di cina. Merasa hidupnya telah berakhir dengan terbunuhnya istri dan anaknya. Ia sering berkunjung ke makam anak dan istrinya. Cina mulai bangkit kembali dengan kepemimpinan raja muda xing li. Arman d ajaknya untuk kembali ke dalam pasukan. Namun, arman menolak dan memilih hidup menyendiri di rumah di dalam pedalaman hutan yang gelap.
Di hutan
"armand, bergabunglah kembali!," pinta raja muda xing li yang telah duduk diruang tamu rumah armand yang sempit.
"apa pun yang kau katakan, apa pun yang akan kau berikan. Aku tidak akan kembali!," kata armand.
Hiruk pikuk di antara hutan yang lebat, yang penuh ketenangan tidak bisa menenangkan ketegangan mereka di dalam rumah. Para prajurit yang bersiaga diluar, tetap berdiri tegak dan siaga ajan bahaya yang mungkin akan datang. Tapi, tak bisa di pungkiri lama mereka di luar, malam tiba dan hutan yang sudah gelap menjadi semakin gelap. Binatang malam sebentar lagi akan keluar untuk mencari mangsa.
"sampai kapan kita berdiri di sini?," tanya seorang prajurit kepada prajurit lain dengan badan yang gemetaran.
"aku tidak tahu!," jawab prajurit lain dengan singkat.
Badan prajurit itu semakin gemetar, tidak tahan akan malam di hutan itu. Sementara xing li dan armand sedang bernegosiasi walaupun berat sebelah.
"sebaiknya kau pulang sekarang!," ucap armand dingin.
"tidak, sebelum kau bersedia bergabung kembali!," kata xing li.
"tuanku..!!," seru seorang prajurit yang tiba-tiba mendobrak masuk dengan wajah panik.
"ada apa?," tanyanya.
"di..Diluar para prajurit sedang diserang binatang buas, sa..saya tidak tahu binatang apa itu, binatang a..aneh!," ujar prajurit itu dengan tergagap.
"apa maksudmu?," tanyanya bingung.
"itu porazionetra!," sahut armand.
Binatang suci penunggu hutan ini, berkepala singa, berbadan kuda, bersayap elang dang kakinya berupa 2pasang kaki buaya.
"cepat evakuasi para prajurit, ku perintahkan mundur!," perintah raja.
"baik tuanku!," jawabnya.
"sebaiknya kau bawa pulang semua prajuritmu, tak ada gunanya lagi kau di sini!," ucap armand.
Tanpa berkata sepatah katapun raja xing li meninggalkan rumah armand. Sambil menghalau porazionetra para prajurit mengikuti perintah raja dan kembali ke kerajaan.
"kerja bagus, moli!," kata armand pada hewan buas itu sambil mengusap bulu halus hewan itu.
Tahun demi tahun berlalu sam pun tumbuh selayaknya anak seumurannya. Dia tumbuh menjadi anak yang ramah dan cantik. Kini sam telah berusaia 17tahun. Ia bersekolah bersama teman-teman seumuran dia.
"selamat pagi sam!," sapa salah satu temannya.
"pagi.. Diego!," jawabnya dengan senyum ramah nan cantik.
Sam adalah siswi yang pintar, ia selalu mendapat prestasi di semua hal atau kegiatan yang ia ikuti.
"selamat sam, atas prestasimu di dunia lingkungan!," ucap guru pembimbing lingkungan.
"terimakasih bu!," jawabnya dengan sopan.
Sam juga diam-diam tertarik dengan teknologi yang sedang di kembangkan oleh ayahnya maxi. Setiap maxi bekerja, dengan diam-diam sam mengamatinya.
"hei.. apa yang kau lakukan nona cantik!," ucap maxi yang pada suatu hari menemukan sam sedang mengamatinya.
"tak ada ayah!," jawabnya dengan senyum malu tersungging di bibirnya yang indah.
"ayah tahu kau sedang mengamati ayah!," kata maxi.
Sam hanya tersenyum malu, sambil menganggukkan kepala tanda setuju dengan kata-kata maxi.
"kemarilah!," ajak maxi.
Sam mengikuti ayahnya menuju lab dimana maxi bekerja. Disana maxi menjelaskan apa-apa saja yang ada di dalam lab tersebut. Sam menyaksikan semua itu dengan semangat dan terpukau. Untuk pertama kalinya sam memasuki lab itu. Kejadian langka itu di manfaatkan sam dengan bertanya berjuta pertanyaan.
"kau anak yang cerdas sayang!," kata maxi sambil mengusap rambut anaknya.
Lulus dari perguruan tinggi sam memutuskan untuk menjadi ilmuan seperti maxi. Pada suatu hari, sam menghadiri sebuah seminar ilmuan sedunia. Di tempat it ia bertemu dengan seorang pria yang bernama leandro li viera yang merupakan seorang bangsawan. Mereka pun bertemu dan setuju menjalin komitmen.
"kau serius dengan ucapanmu?," tanya sam.
"sangat serius sayang!," jawab leandro.
"terimakasih sayang!," kata sam sambil memeluk leandro.
"relakan sayang!," katanya datar.
Suasana hati maxi dan seiront saat it tidak bisa dikatakan dengan kata-kata. Hati mereka hancur, merekapun memikirkan perkembangan sam kelak.
2bulan telah berlalu.
Suami fiona, armalendra yang merupakan komandan pasukan zefron di cina. Merasa hidupnya telah berakhir dengan terbunuhnya istri dan anaknya. Ia sering berkunjung ke makam anak dan istrinya. Cina mulai bangkit kembali dengan kepemimpinan raja muda xing li. Arman d ajaknya untuk kembali ke dalam pasukan. Namun, arman menolak dan memilih hidup menyendiri di rumah di dalam pedalaman hutan yang gelap.
Di hutan
"armand, bergabunglah kembali!," pinta raja muda xing li yang telah duduk diruang tamu rumah armand yang sempit.
"apa pun yang kau katakan, apa pun yang akan kau berikan. Aku tidak akan kembali!," kata armand.
Hiruk pikuk di antara hutan yang lebat, yang penuh ketenangan tidak bisa menenangkan ketegangan mereka di dalam rumah. Para prajurit yang bersiaga diluar, tetap berdiri tegak dan siaga ajan bahaya yang mungkin akan datang. Tapi, tak bisa di pungkiri lama mereka di luar, malam tiba dan hutan yang sudah gelap menjadi semakin gelap. Binatang malam sebentar lagi akan keluar untuk mencari mangsa.
"sampai kapan kita berdiri di sini?," tanya seorang prajurit kepada prajurit lain dengan badan yang gemetaran.
"aku tidak tahu!," jawab prajurit lain dengan singkat.
Badan prajurit itu semakin gemetar, tidak tahan akan malam di hutan itu. Sementara xing li dan armand sedang bernegosiasi walaupun berat sebelah.
"sebaiknya kau pulang sekarang!," ucap armand dingin.
"tidak, sebelum kau bersedia bergabung kembali!," kata xing li.
"tuanku..!!," seru seorang prajurit yang tiba-tiba mendobrak masuk dengan wajah panik.
"ada apa?," tanyanya.
"di..Diluar para prajurit sedang diserang binatang buas, sa..saya tidak tahu binatang apa itu, binatang a..aneh!," ujar prajurit itu dengan tergagap.
"apa maksudmu?," tanyanya bingung.
"itu porazionetra!," sahut armand.
Binatang suci penunggu hutan ini, berkepala singa, berbadan kuda, bersayap elang dang kakinya berupa 2pasang kaki buaya.
"cepat evakuasi para prajurit, ku perintahkan mundur!," perintah raja.
"baik tuanku!," jawabnya.
"sebaiknya kau bawa pulang semua prajuritmu, tak ada gunanya lagi kau di sini!," ucap armand.
Tanpa berkata sepatah katapun raja xing li meninggalkan rumah armand. Sambil menghalau porazionetra para prajurit mengikuti perintah raja dan kembali ke kerajaan.
"kerja bagus, moli!," kata armand pada hewan buas itu sambil mengusap bulu halus hewan itu.
Tahun demi tahun berlalu sam pun tumbuh selayaknya anak seumurannya. Dia tumbuh menjadi anak yang ramah dan cantik. Kini sam telah berusaia 17tahun. Ia bersekolah bersama teman-teman seumuran dia.
"selamat pagi sam!," sapa salah satu temannya.
"pagi.. Diego!," jawabnya dengan senyum ramah nan cantik.
Sam adalah siswi yang pintar, ia selalu mendapat prestasi di semua hal atau kegiatan yang ia ikuti.
"selamat sam, atas prestasimu di dunia lingkungan!," ucap guru pembimbing lingkungan.
"terimakasih bu!," jawabnya dengan sopan.
Sam juga diam-diam tertarik dengan teknologi yang sedang di kembangkan oleh ayahnya maxi. Setiap maxi bekerja, dengan diam-diam sam mengamatinya.
"hei.. apa yang kau lakukan nona cantik!," ucap maxi yang pada suatu hari menemukan sam sedang mengamatinya.
"tak ada ayah!," jawabnya dengan senyum malu tersungging di bibirnya yang indah.
"ayah tahu kau sedang mengamati ayah!," kata maxi.
Sam hanya tersenyum malu, sambil menganggukkan kepala tanda setuju dengan kata-kata maxi.
"kemarilah!," ajak maxi.
Sam mengikuti ayahnya menuju lab dimana maxi bekerja. Disana maxi menjelaskan apa-apa saja yang ada di dalam lab tersebut. Sam menyaksikan semua itu dengan semangat dan terpukau. Untuk pertama kalinya sam memasuki lab itu. Kejadian langka itu di manfaatkan sam dengan bertanya berjuta pertanyaan.
"kau anak yang cerdas sayang!," kata maxi sambil mengusap rambut anaknya.
Lulus dari perguruan tinggi sam memutuskan untuk menjadi ilmuan seperti maxi. Pada suatu hari, sam menghadiri sebuah seminar ilmuan sedunia. Di tempat it ia bertemu dengan seorang pria yang bernama leandro li viera yang merupakan seorang bangsawan. Mereka pun bertemu dan setuju menjalin komitmen.
"kau serius dengan ucapanmu?," tanya sam.
"sangat serius sayang!," jawab leandro.
"terimakasih sayang!," kata sam sambil memeluk leandro.
Next chara
haha ~
ini dia para pembaca setia blog cerita-v. ini adalah gambar-gambar tokoh di ceritanya! kerenkan?? ^_^ ia dongg ..
secara yang gamabar itu temen akuu !

name: miyuki fi viera
age: 39 year old
[ibu dari impera]
name: diorgant li viera
age: 43 year old
[ayah impera sekaligus senior pilot zefron]
name: samantha change
age: 12 year old
[bakal neneknya impera]
sam on 17 year old
[istri leandro li viera]
name: winaria exmartan
age: 17 year old
[tunangan sang ahli senjata]

name: randikan tremardine
age: 18 year old
[ahli senjata yang suka bertingkah aneh]

name: rega armeligorima
age: 18 year old
[rival randi namun bisa menjadi asistennya]
NEXT CERITA VII
ini dia para pembaca setia blog cerita-v. ini adalah gambar-gambar tokoh di ceritanya! kerenkan?? ^_^ ia dongg ..
secara yang gamabar itu temen akuu !

name: seina lemardie
age: 36 year old
[ibu sifa yang baik hati]
[ibu sifa yang baik hati]
name: miyuki fi vieraage: 39 year old
[ibu dari impera]
name: diorgant li vieraage: 43 year old
[ayah impera sekaligus senior pilot zefron]
name: samantha changeage: 12 year old
[bakal neneknya impera]
sam on 17 year old[istri leandro li viera]
name: winaria exmartan age: 17 year old
[tunangan sang ahli senjata]

name: randikan tremardine
age: 18 year old
[ahli senjata yang suka bertingkah aneh]

name: rega armeligorima
age: 18 year old
[rival randi namun bisa menjadi asistennya]
buat gamabar selanjutnya, tunggu iahh !
gambar bakal segera terbit.
baca cerita selanjut na dengan klikgambar bakal segera terbit.
NEXT CERITA VII
Langganan:
Komentar (Atom)


