Sabtu, 28 Maret 2009

cerita VI

Kediaman Viera

“aku tidak mengerti!,” kata tuan viera.

Apa yang menyebabkan para zoilon itu kembali menyerang?.


“kalau tidak salah, bumi hancur juga akibat penyerangan zoilon!,” kata randi.

Tuan viera mengadakan pertemuan dengan para petinggi pasukan zefron.


“maafkan pasukanku!,” kata seseorang berbadan besar dan gagh yang duduk disebelah tuan viera.


“Itu adalah kesalahan yang sangat besar!,” kat tuan viera.


Suara hening sejenak untuk merenungi perbuatan para pilot muda zefron.


“merekan baru saja terjun!,” seru orang lain yang ikut pertemuan.


“apa?,” kata randi kaget.

Anda menerjunkan pasukan amatir untuk mengemban tugas itu?.


“saya piker itu hanya sebuah pesta biasa yang tidak memerlukan pasukan elite!,” jawab orang itu.


“diamlah kau Obrian!,” perintah orang yang duduk disamping tuan Viera.


“baiklah!,” jawabnya.


“saya sebagai petinggi pasukan elite dan ketua pelatihan pilot zefron sangat menyesalkan perbuatan pasukanku!,” kata orang yang duduk di sebelah tuan viera yang merupakan tuan fukuyama, pemimpin tertinggi zefron.

Saya telah ceroboh.


Obrian yang bertindak sebagai penanggung jawab keamanan pesta hanya tertunduk malu , menyesali perbuatannya. Namun komandannya yang disalahkan atas itu semua.


“kita lupakan kelalaian itu sejenak!,” sela tuan viera.

Kita harus memikirkan cara untuk memusnahkan zpilon yang telah kembali menyerang. Jika di tilik kebelakang, zoilon telah mulai menyerang manusia dibumi dan menyebabkan perang ARTHA yangh di akhiri dengan musnahnya seagian besar permukaan bumi. Namun, berkat professor maxi bumi dibangun kembali hingga menjadi damai dengan penghuni yang merupakan sisa dari orang yang tewas dalam perang. Namu, zoilon tidak henti-hentinya menyerang bumi yang mengakibatkan musnahnya bumi dan mendesak para manusia yang selamat untuk mengalihkan kehidupan di ruang angkasa yang kosong. Di ruang angkasa menusia yang mempunyai teknologi mendirikan PLANT yang sekarang kita tinggali.


Tiba-tiba.


Deeeccciiiiiiiiitttttttt..!


Terdengar suara pintu yang sabgat halus namun dapat didengar oleh semua anggota pertemuan.


“siapa itu?,” ujar salah seorang anggota pertemuan dengn mengscungkan sejata kearah pintu.


Pintu pun dibuka dari luar dan ternyata orang dibalik pintu itu adalah rega yang sedang menguping berusaha mendengar percakapan di dalam.


“ternyata kau rega!,” ujar orang itu.


Rega hanya tersenyum dengan mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal pertanda malu.


“kenapa kau tidak langsung masuk saja?,” tanya oarnag itu.


“kupikir kalian sedang serius!,” katanya.


“ayo masuk!,” ajak orang itu.


Tetua pertemuan tidak terlalu memperhatikan kahadiran rega yang terkesan selengekan. Mereka terlalu serius dengan masalah yang sedang menimpa mereka. Lain halnya dengan randi yang melihat hal itu, ia merasa marah dan malu.


“mari kita lanjutkan!,” ajak tuan viera.


Perhatian para anggota pertemuan ke,bali pada masalah poko yang sedang dibahas. Lama pra orang-orang tangguh itu membicarakan masalah zoilon yang kembali menyerang.


“sebenarnya apa yang diincar zoilon itu?,” tanya pria yang duduk disamping tuan viera.

Yang lain hanya menampakan raut muka yang menendakan rasa heran, bingung dan takut yang sangat besar di benak mereka.


“minyak!,” seru rega dari tempat duduknya yang berada jauh dari para tetua.


“apa yang kau katakana tadi?,” tanya salah seorang tetua.


“minyak tuanku!,” jawabnya.


Dulu bumi kaya akan minyak, zoilon pun menyerang di area yang di deteksi mengandung minyak. Dan sekarang, area pesta kemarin pun kemungkinan mengandung minyak.


Suasana menjadi hening. Mereka menjadi sangat bingung dengan berbagai alas an zoilon menyerang bumi. Dan mengapa zoilon menyerang plant sekarang. Apakah yang diinginkan zoilon. Minyakkah seperti apa kata rega atau mereka memiliki motof tersendiri untuk menyerang. Hal itu terus berkecamuk di dalam benak merekan yang mengikuti peretemuan itu.


Jikalau ingin menanyai zoilon, apakah mereka berkenan untuk berbicara. Kalau pun mereka berbicara dengan cara apa manusaia bisa memahami bahasa zoilon yang merupakan alien atau makhluk asing yang tidak diketahui peradabannya.

***

Tak lama berselang dari kepulangan Fiona ke cina. Maxi dan seiront mendapati kabar yang sangat menyedihkan. Di kabarkan, setiba Fiona dirumahnya, zoilon menyerang cina memusnahkan bangunan bangunan dan makhluk yang berada diarea itu. Fiona dan kedua anaknyadiberitakan tewas dan suaminya luka parah. Pemerintah cina telah berusaha sebaik mungkin menghalau zoilon, hingga raja Xing Li turu tangan. Namun apa mau dikata, zoilon menyerang dengan jumlah yang tak terhitung.


buadd liat gambar char selanjut na klik disni^^ and buadd baca cerita selanjut na klik NEXT CERITA VII

Minggu, 15 Maret 2009

cerita V

Sementara randi dan wina sedang membahas hal yang tidak jelas. Mobil yang membawa impera dan sifa pun tiba di depan pesta.

“uhh..sampai juga!,” kata sifa dengan riangnya,
“ayo sifa!,” ajak impera.

Impera dan sifa turun dari mobil mewah bagai sepasang raja dan ratu. Mereka berjalan berdampingan menuju pesta dengan anggunnya.

“wahh..indah sekali! Ramai!,” seru sifa.

Impera hanya tersenyum melihat senyum bahagia sifa yang sedang menyaksikan pesta meriah dihadapannya dan baru pertama kalinya bagi sifa menghadiri sebuah pesta para bangsawan.

“eh, anak kecil!,” seru orang yang tiba-tiba dating dan menepuk bahu impera.
“huss..jangan begitu!,” sela suara halus yang melarang orang yang pertama tadi.

Impera menoleh dengan rasa penasaran yang sangat besar. Dan ternyata orang yang menepuk pundaknya adalah randi sang ahli senjata bersama tunangannya wina yang cantik.

“haiiahh..!,” seru impera.
Ternyata kau jelek!
“hahaha..!,” tawa randi.
Selamat ulang tahun, anak kecil.

Impera kembali bertindak sopan dan hanya tersenyum tanda terimakasih. Wina dan sifa juga hanya tersenyum melihat tingkah pasangan masing-masing.

“o..iya, kadomu bisa kau ambil ditempatku!,” kata randi bangga.
Aku sudah membuat sesuatu yang menapjubkan untukmu!
“baiklah, jelek!,” jawab impera.

Mereka pun mengakhiri pembicaraan mereka dan bersiap berbaur dengan tamu yang lain untuk menikmati pesta yang sudah di persiapkan satu bulan lalu oleh tuan viera yang sengaja di rahasiakan dari impera.

Pesta pun berjalan dengan lancar sampai acara tiup lilin yang akan dilakukan oleh impera. Namun…dengan tiba-tiba sekelompok zoilon tipe TX-21 datang menyerang dengan menembakkan misil-misil yang membuat keributan diantara para kerumunan tamu. Para prajurit zefron yang telah besiap tidak menyangka bahwa zoilon itu akan kembali menyerang. Para zefron muda terlalu panik untuk melawan sekelompok zoilon itu, karena tidak pernah berhadapan langsung.

Melihat ketidak siapan pasukan zefron muda, para senior pun bertindak. Salah satu seniornya adalah tuan viera. Dengan sigap ia melompat pada zefron yang telah ditinggalkan oleh pilotnya. Ia pun menghajar para zoilon tipe TX-21 yang berada di udara. Sementara impera, randi dan wina melawan misil zoilon yang telah jatuh dan menembakkan laser kesegala arah.

Pertarungan terjadi sangat menenggangkan, tak satu pun dari para anak muda itu untuk bernafas lega satu detik saja. Musuh berada dimana-mana, membuat orang-orang itu selalu waspada. Sifa merasa ketakutan saat itu, sifa adalah satu-satunya anak ynag tetap bertahan disana tanpa keahlian bertarung sedikit pun.

Sifa menyadari itu, jadi ia berusaha untuk tidak merepotkan, ia berusaha menjaga dirinya tetap aman dan tidak menyusahkan yang lain. Namun, ia juga tidak bias menutupi ketakutannya.

Suasana semakin tegang ketika peluru senjata mereka habis.

“randi..! peluruku habis!,” seru impera.
“iya, punyaku juga saying!,” timpal wina.
“sama saja, punyaku juga habis!,” jawab randi.

Randi berpikir apa yang akan dia lakukan, sementara wina dan impera melindungi sifa dan bertarung dengan tangan kosong.

“rega..!!,” seru randi.

Impera dan wina saling berpandangan. Mereka bingung mengingat randi dan rega sedang perang dingin.

“apa yang katakana saying __?,” tanya wina.

Belum sempat kebingungan mereka, rega dating dengan senjata meriam laser besar d pundaknya.

BOOOOOMMM …. !!

Meriam laser ditembakkan dan langsur mengenai sasaran yaitu misil-misil zoilon. Hangus sudah misil-misil itu terkena mariam laser rega.

“hahahahaha…!,” tawa rega dengan puanya.
Rega dating membawa kemenangan.

Pertempuran berakhir bersamaan, tuan viera mendaratkan zefron, impera, wina dan randi meletakkan senjata.

“maafkan aku!,” kat sifa tiba-tiba.
“taka pa, itu bukan salahmu!,” kata impera.

BOOOOMMMM….!!

Sekali lagi meriam di ledakkan d angkasa, semua orang kaget mendengar itu. Suasana pun menjadi hening sejenak melihat kilau laser d angaksa.

“reeeegggaaaaaaaaa!,” teriak randi.
“apa sii..!,” jawab rega.
“bisakah kau menjadi anak baik untuk 5menita saja?,” seru randi.

Rega hanya diam seolah tidak mendengar randi berbicara padanya. Rega adalah putra dari keluarga armeligorima. Namu ia berbeda dengan saudara dan teman-teman bangsawannya. Ia lebih dekat dengan dunia jalana daripada dunia kebangsawanan. Ia juga berprofesi sebagai asisten sang ahli senjata randi, sebenarnya, tidak diketahui secara pasti bagaimana rega bias menjadi asisten randi. Dilihat dari keseharian rega dan randi tidak pernah berhubungan baik.

“ehh, bisakah kau dengarkan aku?,” seru randi.

Randi semakin marah melihat ketidak pedulian rega atas perkataannya.

“apa sii, bawel!,” timpal rega dengan santai.
Aku hanya ingin mencairkan suasana yang tegang ini.
“APA KATAMU?,” kata randi yang mulai hilang kendali.
Akan kuhajar kau!
“apa kau berani?,” balas rega.

Mendengar itu randi merasa direndahkan, amarahnya pun tak terbendung lagi. Rega pun menanggapinya dan akhirnya mereka pun berkelahi bak anak kecil.

“ya..ampun!,” keluh wina.
“terjadi lagi!,” sahut impera.
“kenapa?,” tanya sifa.

Wina dan impera menunjukkan raut muka malupada perkelahian teman akrab mereka dan sifa menunjukkan raut muka ingin tahu apa yang ada di pikiran wina dan impera.

“ayo, anak-anak!,” kata tuan viera yang semenjak tadi berdiri di belakang mereka.
Kita pulang, dank au impera antarkan sifa pulang.
“baik ayah!,” kata impera.
“baiklah tuan!,” kata wina.
“jangan lupa obati luka kalian!,” tambah tuan viera.

Mereka pun bersiap pulang. Impera berjalan bersama sifa menuju mobil yang baru saja tiba. Wina menyeret randi dan rega setelah melerai meteka.

“ayo pulang!,” katanya.

NEXT CERITA VI

Kamis, 05 Maret 2009

cerita IV

"MAXIIIIII...!!

terdengar teriakan yang memekakan telinga.

"DUARRRR...!!

fiona menyeruak masuk dengan dentuman pintu yang sangat keras dikala pertemuan antara tembok dan pintu, bagai dentuman bom yang dijatuhkan kebumi oleh para zoilon.

"ada apa fifi sayang?,"tanya maxi.

dengan wajah yang geram.

"apa yang kau lakukan pada Sam?," fiona nertany balik.

dengan tampang polosnya maxi menunjuk ke arah sam yang sedang duduk diatas sebuah kipas raksasa yang membuatnya melayang.

"itu..!," kata maxi.

muka fiona semakin berwarna merah dan siap untuk meledak. seperti macam yang siap menerkam mangsanya yang lemah.

"tenanglah fifi sayang!," kata maxi berusaha menenangkan fiona.


"tenang katamu?," kata fiona dengan geram.


"iya, tenanglah!," jelas maxi.

benda itu aman.

"APA?," triak fiona.
KAU TARUH ANAKKI SIATAS SEBUAH LEMPENGAN BAJA YANG BERPUTAR, KAU SEBUT ITU AMAN?".

dengan muka cengo, maxi memperhatikan kelakuan adiknya yang sedang meledak, berteriak-teriak tidak jelas.

"tenanglah!,"kata maxi sok cool.

dengan tenang maxi menenkan sebuah remit control, san dengan segera kipas besar itu berubah menjadi arena bermain anak-anak yang penuh dengan boneka lucu nan empuk.

"kau lihat!," kata maxi.
benda itu aman.

"baiklah!," kata fiona mulai tenang.

tiba-tiba

"hey..ada apa ini?," tanya seiront yang tiba-tiba masug kedalam ruangan.
"ahh..tidak ada apa-apa sayang!,"kata maxi.

dua minggu berlalu begitu sepat.

"baiklah!,"kata fiona.
max, sey, aku harus pamit.

"haruskah kau perdi sekarang?," tanya seiront.

"ya, sey!,"kata fiona.

"tinggalah 1-2 hari lagi!," pinta seiront.

"aku sudah dua minggu disini!," jelas fiona.
anakku yang lain membutuhkan aku.

"oh, ok!," kata seiront sedih.

"fifi, aku telah menyuruh pengawalku untuk mengawalmu pulang!," kata maxi.

fiona pun kembali ke cina dengan kawalanm pengawal maxi.


***



mobil mewah yang didalamnya duduk seorang ahli senjata bersama tunangannya tiba dengan anggunnya didepan sebuah hamparan pesta yang berkilauan lampu warna-warni nan cantik.

"mari tuan!," kata seorang pelayang yang membukakan pintu.

"ayo, sayang!," kata sang ahli senjata dengan mengulurkan tangannya untuk menuntun kekasihnya.
IT'S SHOW TIME.

dengan gayanya yang khas dan khonyol, sang ahli senjata menggandeng kekasihnya yang cantik memasuki pesta.

"sayang!," kata tunangannya.
berapakali aku harus mengatakan ini pesta para bangsawan, bukan club.

"ayolah winaku sayang!," katanya.

tiba-tiba

"hello tuan muda Randikan Tremardien dengan tuan putri Winaria Exmartan!," kata seseorang yang tiba-tiba muncul dari keramaian pesta.

wina dan randi tersentak kaget dan sempat merasa gugup saat akan menjawab karena tidak mengetahui siapa yang menyapa mereka. untung saja mereka adalah seorang bangsawan yang terhormat yang terlah mengenyam pendidikan tata krama.

"he..llo tu..an!," belum sempat randi menyelesaikan kaliamatnya.

"selamat malam nyonya viera!," kata wina dengan anggunya.

"heh..! wanita!," pikir randi.

wajah randi berubah menjadi cengo (shok) mengetahui yang menyapanya adalah nyonya viera yang merupakan nyonya pemilik pesta.

"kau pikir aku seorang pria, tuan muda randi?," tanya nyonya viera dengan suara khasnya yang lembut.

muka randi masih dan merasa sangat malu atas perbuatannya.

"anu..aduh!," kata randi.
maafkan saya nyonya. saya tidak bermaksud apa-apa, suara pesta terlalu bising.

nyonya viera yang melihat tinggkah gugp randi merasa geli dan ingin tertawa.

"ha ha ha..!," tawa nyonya viera.
tak apalah, maafkan aku juga karena telah mengagetkan kalian.

randipun merasa lega.

"fiuuh..!,"kata randi.
terimakasih nyonya.

"impera dimana nyonya?," tanya wina di sela-sela perbincangan randi dan nyonya viera.

"doa sedang menjempit sifa!," kata nyonya viera.

"ahh..dasar anak kecil kegenitan!," kata randi usil.

"hussh..!,"kata wina mencubit lengan randi.

"adihh..sakit sayang!,"kata randi menyerengit kesakitan.

nyonya viera merasa geli dengan tingkah mereka, ia hanya diam tersenyum dan sesekali tertawa geli.

"baiklah anak-anak!," kata nyonya viera mengakrabkan diri.
aku haru pergi untuk menyambut tamu-tamu yang lain, nikmatilah pesta ini dengan hato gembira.

setelah mengatakan hal itu, nyonya viera meninggalkan mereka dan pergi untuk menyambut tamu lainnya.

"ayo sayang!," kata randi.
it's show time.

"sayang!," kata wina.
jangan melakukan hal yang konyol.

raut muka wina yang serius dan sedikit mali dengan otu menjewer telinga randi.

"iya..iya sayang!," kata randi menahan panas jeweran wina.
"bagus!," kara wina.



***
NEXT CERITA V