"MAXIIIIII...!!
terdengar teriakan yang memekakan telinga.
"DUARRRR...!!
fiona menyeruak masuk dengan dentuman pintu yang sangat keras dikala pertemuan antara tembok dan pintu, bagai dentuman bom yang dijatuhkan kebumi oleh para zoilon.
"ada apa fifi sayang?,"tanya maxi.
dengan wajah yang geram.
"apa yang kau lakukan pada Sam?," fiona nertany balik.
dengan tampang polosnya maxi menunjuk ke arah sam yang sedang duduk diatas sebuah kipas raksasa yang membuatnya melayang.
"itu..!," kata maxi.
muka fiona semakin berwarna merah dan siap untuk meledak. seperti macam yang siap menerkam mangsanya yang lemah.
"tenanglah fifi sayang!," kata maxi berusaha menenangkan fiona.
"tenang katamu?," kata fiona dengan geram.
"iya, tenanglah!," jelas maxi.
benda itu aman.
"APA?," triak fiona.
KAU TARUH ANAKKI SIATAS SEBUAH LEMPENGAN BAJA YANG BERPUTAR, KAU SEBUT ITU AMAN?".
dengan muka cengo, maxi memperhatikan kelakuan adiknya yang sedang meledak, berteriak-teriak tidak jelas.
"tenanglah!,"kata maxi sok cool.
dengan tenang maxi menenkan sebuah remit control, san dengan segera kipas besar itu berubah menjadi arena bermain anak-anak yang penuh dengan boneka lucu nan empuk.
"kau lihat!," kata maxi.
benda itu aman.
"baiklah!," kata fiona mulai tenang.
tiba-tiba
"hey..ada apa ini?," tanya seiront yang tiba-tiba masug kedalam ruangan.
"ahh..tidak ada apa-apa sayang!,"kata maxi.
dua minggu berlalu begitu sepat.
"baiklah!,"kata fiona.
max, sey, aku harus pamit.
"haruskah kau perdi sekarang?," tanya seiront.
"ya, sey!,"kata fiona.
"tinggalah 1-2 hari lagi!," pinta seiront.
"aku sudah dua minggu disini!," jelas fiona.
anakku yang lain membutuhkan aku.
"oh, ok!," kata seiront sedih.
"fifi, aku telah menyuruh pengawalku untuk mengawalmu pulang!," kata maxi.
fiona pun kembali ke cina dengan kawalanm pengawal maxi.
***
mobil mewah yang didalamnya duduk seorang ahli senjata bersama tunangannya tiba dengan anggunnya didepan sebuah hamparan pesta yang berkilauan lampu warna-warni nan cantik.
"mari tuan!," kata seorang pelayang yang membukakan pintu.
"ayo, sayang!," kata sang ahli senjata dengan mengulurkan tangannya untuk menuntun kekasihnya.
IT'S SHOW TIME.
dengan gayanya yang khas dan khonyol, sang ahli senjata menggandeng kekasihnya yang cantik memasuki pesta.
"sayang!," kata tunangannya.
berapakali aku harus mengatakan ini pesta para bangsawan, bukan club.
"ayolah winaku sayang!," katanya.
tiba-tiba
"hello tuan muda Randikan Tremardien dengan tuan putri Winaria Exmartan!," kata seseorang yang tiba-tiba muncul dari keramaian pesta.
wina dan randi tersentak kaget dan sempat merasa gugup saat akan menjawab karena tidak mengetahui siapa yang menyapa mereka. untung saja mereka adalah seorang bangsawan yang terhormat yang terlah mengenyam pendidikan tata krama.
"he..llo tu..an!," belum sempat randi menyelesaikan kaliamatnya.
"selamat malam nyonya viera!," kata wina dengan anggunya.
"heh..! wanita!," pikir randi.
wajah randi berubah menjadi cengo (shok) mengetahui yang menyapanya adalah nyonya viera yang merupakan nyonya pemilik pesta.
"kau pikir aku seorang pria, tuan muda randi?," tanya nyonya viera dengan suara khasnya yang lembut.
muka randi masih dan merasa sangat malu atas perbuatannya.
"anu..aduh!," kata randi.
maafkan saya nyonya. saya tidak bermaksud apa-apa, suara pesta terlalu bising.
nyonya viera yang melihat tinggkah gugp randi merasa geli dan ingin tertawa.
"ha ha ha..!," tawa nyonya viera.
tak apalah, maafkan aku juga karena telah mengagetkan kalian.
randipun merasa lega.
"fiuuh..!,"kata randi.
terimakasih nyonya.
"impera dimana nyonya?," tanya wina di sela-sela perbincangan randi dan nyonya viera.
"doa sedang menjempit sifa!," kata nyonya viera.
"ahh..dasar anak kecil kegenitan!," kata randi usil.
"hussh..!,"kata wina mencubit lengan randi.
"adihh..sakit sayang!,"kata randi menyerengit kesakitan.
nyonya viera merasa geli dengan tingkah mereka, ia hanya diam tersenyum dan sesekali tertawa geli.
"baiklah anak-anak!," kata nyonya viera mengakrabkan diri.
aku haru pergi untuk menyambut tamu-tamu yang lain, nikmatilah pesta ini dengan hato gembira.
setelah mengatakan hal itu, nyonya viera meninggalkan mereka dan pergi untuk menyambut tamu lainnya.
"ayo sayang!," kata randi.
it's show time.
"sayang!," kata wina.
jangan melakukan hal yang konyol.
raut muka wina yang serius dan sedikit mali dengan otu menjewer telinga randi.
"iya..iya sayang!," kata randi menahan panas jeweran wina.
"bagus!," kara wina.
***
NEXT CERITA V



Tidak ada komentar:
Posting Komentar