Sabtu, 10 Januari 2009

cerita II

“huft ..!,” keluh Fiona.

Menjengkelkan sekali kejadian tadi, makhluk apa itu?”


“Fiona!! Akhirna kau datang juga!,” sambut maxi.

Dimana keponakanku yang paling tampan?”


“uhm.. max!,” sela Fiona.

Aku lupa memberi tahumu. Anak bungsuku bukan seorang laki-laki seperti yang kau bayangkan, sebenarnya anakku seorang perempuan.


“ohh ..!,” kata max.


Max terdiam seakan terpukul mengetahui calon anaknya adalah seorang anak perempuan.


Dari arah ruan tengah terdengar suara seiront yang tertawa halus. Seakan dia sedang merasakan kabahagiaan yang sangat dalam. Terdengar pula suara bayi yang tertawa riang bersama seiront. Max dan Fiona segera menghampiri asal suara tawa itu.


“max sayang!,” kata seiront dengan senyum lebar yang tersungging di bibirnya.

Aku sungguh mencintaimu, terimakasih. Ini adalah hadian terindah yang pernah kudapat darimu.

Seiront menggendong seorang bayi mungil yang cantik di pelukannya. Bayi itu seakan menganggap seiront selayaknya ibu kandung, karenabayi itu merasa nyaman bahkan senang saat berada dalam dekap pelukan seiront.


Fiona yang melihat kebahagiaan seiront merasa sangat terharu. Dalam benak Fiona, ia berkata :

“benarkah itu anakku? Dia terlihat sangat senang dengan keberadaan seiront di dekatnya. Maeski berat aku harus rela melepasnya, toh aku juga tidak terpisah dengannya!”.


Dengan pikiran itu, Fiona menetapkan hatinya merelakan samanta di asuh seiront iang penyayang. Tanpa disadari Fiona meneteskan air mata dan maxi mengetahuinya.


“uhmm.. Fiona!,” tegur maxi.

Tolonglah maafkan aku, karena aku telah memisahkan kalian berdua. Aku tahu, berat rasanya kau melepas sam”.


“tak apalah max!,” kata Fiona sambil menghapus air matanya.

Meski demikian, aku tetap merasa bahagia karena aku masih bisa melihat dia tumbuh. Satu yang perlu kau ingat max, sam harus tahu siapa ibu kandungnya. Aku tidak ingin dia tumbuh tanpa tau aku sebagai ibu kandungnya”.


“at she wish!,” kata max sambil tersenyum.

Apa pun yang kau mau tuan putriku”.


Sementara seiront sedang bermain dengan sam, max dan Fiona memperhatikan mereka dengan suasana yang campur aduk. Antara bahagia dan haru.


Hari menunjukan malam akan segera tiba.


“hey, seiront!,” sapa Fiona.


“hay, fifi!.” Jawab seiront.


“kau senang dengan datangnya sam?,” tanya Fiona.


“ya, tentu saja!,” kata seiront.

Aku sanagt senang”.


“hari sudah mulai petang!,” sela Fiona.

Ada baiknya kita memandikan sam”.


“oh, iya !,” kata seiront.

Kau benar! Biasa kau ajari aku memandikan sam, kau kan ibunya. Kau pasti mahir sekali”.


“ya.. tentu saja!,” jawab Fiona dengan senyum.

Mari kita mandikan bersama.


Dengan segera mereka berdua menuju kamar mandi dan memandikan sam dengan canda tawa yang tak ada hentinya. Fiona tak lagi meresa sedih dan kehilangan. Sekarang, sam mempunyai dua ibu yang menyayanginya.

***

Kediaman Bangsawan Viera


“selamat pagi tuan muda!,” sapa seorang pelayan.

Anda telah di tunggu tuan dan nyonya besar di ruang makan”.


“pagi, lenard!,” jawab impera dengan santai.

Ada apa dengan mereka? Tidak biasanya mereka ingin berkumpul?’.


“saya tidak tahu tuan!,” jawab lenard sambil mengangkat bahu.


Dengan segera impera turun menuju ruang makan dimana orang tunya telah menunggunya .


“pagi ayah! Pagi ibu!,” sapa impera denagn mecium pipi ayah ibunya.


“pagi sayang!,” balas sang ibu dengan senyum yang menawan.


“hentikan kebiasaan itu impera!,” kata sang ayah.


Impera pun duduk di seberang meja tepat di depan ayah ibunya duduk.


“IMPERA LI VIERA!,’ suara menggelegar sang ayah.


“iya.. ayah!,” jawab impera dengan santai namun tetap sopan.


Dengan tiba-tiba,


“SELAMAT ULANG TAHUN !!!,” seru sang ayah.


Sebuah pesta pun di mulai dengan persiapan yang seadanya. Kertas warna-warni bertaburan. Tingkah konyol sang ayah pun keluar, yang tadinya seorang bangsawan yang menjaga image menjadi seorang ayah yang konyol da lucu.


“selamat ulang tahun sayang!,” kata sang ibu dengan suara halusnya.


Ini adalah ulang tahun impera yang ke 15, tepat pada tanggal 25 juni.


“selamat ulang tahun tuan muda!,” kata lenard.


Impera yang melihat kemeriahan pesta kejutan yang ditujukan untuknya, tertawa bahagia. Saat itu majikan dan pembantu tidak ada bedanya, semua berpesta. Menari dan bernyanyi bersama.


“terimakasih ayah !,” kata impera.


Terimakasih ibu ! terima kasih semuanya”.


Kemeriahan tak berhenti di situ. Pada malam harinya keluarga impera mengundang kerabat dan temannya untuk hadir ke sebuah pesta besar-besaran. Tak lupa impera mengundang sifa sebagai tamu kehormatan.

***

NEXT CERITA
buat liat gambar char na klik disini^^

5 komentar:

  1. dongeng, yaw...

    lam kenal....

    kunjungi juga
    gubukaziz.blogspot.com

    BalasHapus
  2. bukan dongeng !
    tapi seri cerita, ni gag tau versi manga ato novel .
    tp, buat dulu .

    jan komen aneh" !

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. wew... cuma bisa bilang gitu...

    lam kenal...

    kunjungin juga website gue ya...

    getsugatenshou.co.cc

    BalasHapus
  5. jahh ..
    kumen lebih dunn .

    :D lam knal .

    BalasHapus