Sabtu, 24 Januari 2009

cerita III

Di rumah Sifa


Sifa yang mendapat undangan itu langsung merasa panik. ia kebingungan akan mengenakan guan apa, sementar ia tak puna gaun satu pun.


“aduuhh!,” keluh sifa.

Apa yang harus aku lakukan ? aku bahkan tak punya gaun”.


Sifa pun mendatnagi ibunya yang berada di dapur.


“ibu!,”panggil sifa.

Apa yang akan aku pakai nanti malam ?”


Ibunya tersenyum.


“ayo, ikut ibu!,” ajak ibu sifa.


“kemana?,” tanya sifa.


Tanpa menjawab, ibunya berjalan menuju loteng dan sifa pun mengikuti dari belakang.


“apa yang akan ibu lakukan di lotang?,” pikir sifa.


Saat berada di loteng, ibusifa membuka sebuah peti usang yang berdebu.


“ini, lihat lah!,” kata ibu sifa.


Dengan ragu-ragu sifa melihat sesuatu di dalam peti usang itu. Dengan terkejut dan senyum lebar terlihat di wajh sifa.


“ini adalah gaun pesta ibu dulu!,”sahut ibu sifa.

Ini di belikan kakek d NEORA”.


Gaun putih indah yang terlihat di tangan sifa tidak terlihat kalau sudah berumur puluhun tahun.


“terimakasih ibu!,” kata sifa sambil memeluk ibunya dengan erat.


“gaun itu hanya ibu pakai satu kali saat seusiamu!,” sahut ibu sifa”.


Setelah berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada ibunya, sifa berlari menuju kamarnya dan mencoba gaun barunya yang indah. Hatinya berbunga-bunga !

Dalam benaknya ia befikir : “apa tanggapan impera jika melihat aku mengenakan gaun baruku yang indah ini?”.


“uhmm .. apa reaksi impera yah?,” guman sifa.

Gaun indah ini pasti membuat impera terkagum-kagum melihatku”.


Lama sifa memikirkan tanggapan impera atas dirinya. Waktu bergulir begitu cepat, malam tiba tanpa di sangka.


“aduh gawat!,” seru sifa.

Aku harus segera mempersiapkan diri”.


Dengan terburu-buru sifa pergi ke kamar mandi dan berusaha membersihkan badannya secepat mungkin dan bersih mungkin . dia ingin tampil sebaik mungkin di hadapan impera.


“la la la la!,” gumam sifa selama mandi.


Seusai mandi, sifa merias diri denagn bantuan sang ibu.


“ibu, dandani aku secantik putrid ya!,” pinta sifa.


“tenang saja sayang!,” kata ibu sifa.

Kau sudah cantik tanpa riasan.


Ibu sifa pun mendandani sifa dengan teliti sehingga sifa terlihat cantik.


“kau terlihat cantik sayang!,” kata ibu sifa.


“terimakasih ibu!,” kata sifa tersipu malu.


TTTIIIiiiinnnnnnnnn .. !,” suara klakson mobil.


“itu jemputanmu sudah datang sayang!,” kata ibu sifa.

Cepatlah kau keluar”.


Dengan cepat sifa berpamitan pada ibunya lalu segera turun dan membukakan pintu. Tak diketahui sifa bahwa yang menjemputnya adalah impera sendiri.


“im..pera!,” kata sifa gagap.


Dengan terburu-buru sifa memperbaiki sikapnya. Berdiri anggun ala para bangsawan.


“you look so beautiful!,” kata impera.


“benarkah?,”tanya sifa terperanga.


“mari ..!,” kata impera dengan mengulurkan tangan.


Sifa pun menyambut uluran tangan impera. Bagai pasangan raja dan ratu, impera dan sifa berjalan menuju sebuah mobil mewah yang disampingnya telah berdiri seorang pelayan.


“mari tuan muda, dan siapa nona cantik ini?,” kata lenard sambil membukakan pintu.


“terimakasih!,” kata sifa.


“ayo lenard!,” kata impera.


Mereka pun pergi menuju ke sebuah pesta yang besar tanpa menjawab pertanyaan lenard.


“benarkah aku akan begabung di dalam sebuah pesta para bangsawan?,” pikir sifa.


Raut muka sifa yang menunjukan wajah bahagia, menarik perhatian impera.

Namun, tiba-tiba sifa teringat dengan kado ulang tahun untuk impera/


“apa diamau menerimanya?,” tanya sifa dalam hati.


Raut muka sifa yang tadi sanagt bahagia berubah muram.


“ada apa sifa?,” tanya impera.


“tidak!,” kata sifa menyangkal.

Tidak apa-apa”.


“ayolahh.. jangan bersedih!,” kata impera.

Berbahagialah di hari bahagiaku”.


“baiklah!,” kata sifa .


Raut muka kembali ceria setelah mendengar kata-kata impera.

***


NEXT CERITA IV

Minggu, 18 Januari 2009

pengenalan tokoh :P

PENGENALAN TOKOH ^o^

hoho xD ..
d post iang ni w mao ngenalin tokoh" na iahh . abis .. d posting sebeluma na keliatna anehh . gag rapi gto . maka na d posting iang ni w pen jadi lebih rapi n lebih menarik buat d liat . iaa .. biasa lahh orang menuntut kerapian d semua aspek . kea mami w iang maksa w ngerapiin kamar tiap abis w brantakin ^^ . udah ahh .. langsung ajah !
cekidoot :oV
name : Impera Li Viera
age : 15 year old

[impera ni tokoh utama na lohh]

name : Sifa Lemardie
age : 14 year old

[ini ni iang bakal jadi pasangan Impera]

name : Maxi Change
age : 28 year old

[profesor iang paling gokil neii ..]

name : seiront
age : UNKNOW

[robot cantik ni adalah sandaran hati Maxi]

name : Fiona Change
age : 25 year old

[adik na Maxi iang tinggal d Cina]

okehh ..
buat kali ni ni dulu iahh ! tokoh laen na agy d garap ma temen w (biasa orang gag bisa gambar) . so, tunggu ajah gimana muke" tokoh w iang laen . pokok na beda dari iang laen ^^a .



buadd baca cerita III
klik disini ^^











Sabtu, 10 Januari 2009

save palestin !

uahh .. !!
apa c salah palestina ampe itu israel busug pen perang . uda perang malah !
apa c untung ?
gag da sama sekali qan ?
ada jj anag" gag bedosa iang jadi korban .

uhhh ..
qan kesian !
masi kecil uda harus d panggil TUHAN .
mreka qan jj masi puna cita-cita iang pend capai .

prasan uda gede !
tp, pemimpin israel itu otak na masi kea nag bayi .
pen menang sendiri .
pa iang d mau, harus dapet .
egois lahh . kasaran na .

ngebetein !
pen w tendang, w jambak, w botakin itu kepala na .
biar rada fresh, gag mikir aneh-aneh agi . biat bisa berbagi .
BUSUG .

PALESTINA . iang sabar aja iahh !
ntar mreka bakal di bales TUHAN ko ..
tenang aja ^o^/
semangadd .. !!

cerita II

“huft ..!,” keluh Fiona.

Menjengkelkan sekali kejadian tadi, makhluk apa itu?”


“Fiona!! Akhirna kau datang juga!,” sambut maxi.

Dimana keponakanku yang paling tampan?”


“uhm.. max!,” sela Fiona.

Aku lupa memberi tahumu. Anak bungsuku bukan seorang laki-laki seperti yang kau bayangkan, sebenarnya anakku seorang perempuan.


“ohh ..!,” kata max.


Max terdiam seakan terpukul mengetahui calon anaknya adalah seorang anak perempuan.


Dari arah ruan tengah terdengar suara seiront yang tertawa halus. Seakan dia sedang merasakan kabahagiaan yang sangat dalam. Terdengar pula suara bayi yang tertawa riang bersama seiront. Max dan Fiona segera menghampiri asal suara tawa itu.


“max sayang!,” kata seiront dengan senyum lebar yang tersungging di bibirnya.

Aku sungguh mencintaimu, terimakasih. Ini adalah hadian terindah yang pernah kudapat darimu.

Seiront menggendong seorang bayi mungil yang cantik di pelukannya. Bayi itu seakan menganggap seiront selayaknya ibu kandung, karenabayi itu merasa nyaman bahkan senang saat berada dalam dekap pelukan seiront.


Fiona yang melihat kebahagiaan seiront merasa sangat terharu. Dalam benak Fiona, ia berkata :

“benarkah itu anakku? Dia terlihat sangat senang dengan keberadaan seiront di dekatnya. Maeski berat aku harus rela melepasnya, toh aku juga tidak terpisah dengannya!”.


Dengan pikiran itu, Fiona menetapkan hatinya merelakan samanta di asuh seiront iang penyayang. Tanpa disadari Fiona meneteskan air mata dan maxi mengetahuinya.


“uhmm.. Fiona!,” tegur maxi.

Tolonglah maafkan aku, karena aku telah memisahkan kalian berdua. Aku tahu, berat rasanya kau melepas sam”.


“tak apalah max!,” kata Fiona sambil menghapus air matanya.

Meski demikian, aku tetap merasa bahagia karena aku masih bisa melihat dia tumbuh. Satu yang perlu kau ingat max, sam harus tahu siapa ibu kandungnya. Aku tidak ingin dia tumbuh tanpa tau aku sebagai ibu kandungnya”.


“at she wish!,” kata max sambil tersenyum.

Apa pun yang kau mau tuan putriku”.


Sementara seiront sedang bermain dengan sam, max dan Fiona memperhatikan mereka dengan suasana yang campur aduk. Antara bahagia dan haru.


Hari menunjukan malam akan segera tiba.


“hey, seiront!,” sapa Fiona.


“hay, fifi!.” Jawab seiront.


“kau senang dengan datangnya sam?,” tanya Fiona.


“ya, tentu saja!,” kata seiront.

Aku sanagt senang”.


“hari sudah mulai petang!,” sela Fiona.

Ada baiknya kita memandikan sam”.


“oh, iya !,” kata seiront.

Kau benar! Biasa kau ajari aku memandikan sam, kau kan ibunya. Kau pasti mahir sekali”.


“ya.. tentu saja!,” jawab Fiona dengan senyum.

Mari kita mandikan bersama.


Dengan segera mereka berdua menuju kamar mandi dan memandikan sam dengan canda tawa yang tak ada hentinya. Fiona tak lagi meresa sedih dan kehilangan. Sekarang, sam mempunyai dua ibu yang menyayanginya.

***

Kediaman Bangsawan Viera


“selamat pagi tuan muda!,” sapa seorang pelayan.

Anda telah di tunggu tuan dan nyonya besar di ruang makan”.


“pagi, lenard!,” jawab impera dengan santai.

Ada apa dengan mereka? Tidak biasanya mereka ingin berkumpul?’.


“saya tidak tahu tuan!,” jawab lenard sambil mengangkat bahu.


Dengan segera impera turun menuju ruang makan dimana orang tunya telah menunggunya .


“pagi ayah! Pagi ibu!,” sapa impera denagn mecium pipi ayah ibunya.


“pagi sayang!,” balas sang ibu dengan senyum yang menawan.


“hentikan kebiasaan itu impera!,” kata sang ayah.


Impera pun duduk di seberang meja tepat di depan ayah ibunya duduk.


“IMPERA LI VIERA!,’ suara menggelegar sang ayah.


“iya.. ayah!,” jawab impera dengan santai namun tetap sopan.


Dengan tiba-tiba,


“SELAMAT ULANG TAHUN !!!,” seru sang ayah.


Sebuah pesta pun di mulai dengan persiapan yang seadanya. Kertas warna-warni bertaburan. Tingkah konyol sang ayah pun keluar, yang tadinya seorang bangsawan yang menjaga image menjadi seorang ayah yang konyol da lucu.


“selamat ulang tahun sayang!,” kata sang ibu dengan suara halusnya.


Ini adalah ulang tahun impera yang ke 15, tepat pada tanggal 25 juni.


“selamat ulang tahun tuan muda!,” kata lenard.


Impera yang melihat kemeriahan pesta kejutan yang ditujukan untuknya, tertawa bahagia. Saat itu majikan dan pembantu tidak ada bedanya, semua berpesta. Menari dan bernyanyi bersama.


“terimakasih ayah !,” kata impera.


Terimakasih ibu ! terima kasih semuanya”.


Kemeriahan tak berhenti di situ. Pada malam harinya keluarga impera mengundang kerabat dan temannya untuk hadir ke sebuah pesta besar-besaran. Tak lupa impera mengundang sifa sebagai tamu kehormatan.

***

NEXT CERITA
buat liat gambar char na klik disini^^

Sabtu, 03 Januari 2009

cerita I

w mau crita nii ..

flash back dulu . gini

jaman dulu ! hidup seorang profesor yang sangat pintar. kepintarannya itu melebihi kepintaran orang yang hidup d jaman itu. profesor itu bernama maxi, lengkapnya maxi change dari keluraga keturunan cina.

profesor ini seorang pencipta yang sangat terkenal. salah satu ciptaannya yang paling terkenal adalah istrinya. istrinya yang cantik itu merupakan robot buatan prof maxi. seiront, itulah nama dari istri maxi. waluapun hanya robot, seiront sangat mencintai maxi, begitu juga sebaliknya.

mereka hidup sangat harmonis di kastil mereka yang berada di ujung kota BEIRDBROUGH. kota yang dibangun maxii untuk menampung para korban perang ARTA.

di kastil !!

“profesor !,”panggil seiront.

“iya, darling !,”jawab maxi sok romantis.

seiront berjalan menuju maxi

“profesor ! aku menginginkan sesuatu !,”kata siront lirih.

sambil narii gag jelas

“apa itu sayang ? apapun yang permintaanmu akan ku kabulkan !,”kata maxi.

dengan wajah terkesan gugup seiront berkata :”aku ingin mempunyai bayi !”

GUBRAK !

BUG BAG BRANG !!

maxi tersandung kakinya sendiri saat menari-nari ga jelas karena kaget.

***

tahun 2078

“heii, impera ! tunggu aku !,”kata Sifa. aku tidak bisa berlari secepat kamu.

“ayolah, kamu pasti bisa !,”kata impera. ina hanya lari, kamu pasti bisa.

mereka berlari mengelilingi komplek plant yang luasnya mencapai luas 3 lapangan sepak bola.

“impera ! sudah, aku sudah tidak sanggup lagi !,”kata sifa. badanku sudah tidak mau lagi ku ajak berlari.

karena tidak tega pada sifa, impera menghentikan langkahnya di depan sebuah kedai ice cream.

“heii, sifa ! kamu mau ice cream rasa apa ?,”tanya iampera.

“apapun yang kamu pilihkan, aku mau !,”kata sifa kepada laki-laki yang di sukainya.

setelah makan ice cream , kedua anak itu pulang ke rumah masing-masing.

***

di rumah sifa !

sesaat setelah sifa tiba di rumah. dia lansung berjalan menuju kamar

“ahh..cape sekali!,”keluh sifa. tapi tidak apa-apa, pagi ini impera sangat baik padaku”.

dengan tiba-tiba

“kaka..!,:triak seseorang yang menyeruak masuk yang kemudian menimpa tubuh sifa.

muka sifa mulai memerah dan siap berteriak

“YOSHII..! APA-APAAN KAMU INI?,”triak sifa. menyingkir dari badanku.

“aku sayang kak!,” triak yoshi dengan wajah penuh senyum kebahagiaan.

melihat senyum yoshi, sifa meredam marahnya dan mulai tersenyum pada adiknya yang masih berusia 5th itu.

“kaka, ayo kuta jalan-jalan ke taman!,” pinta yoshi dengan muka menggemaskan.

“baiklah, ayo!,”kata sifa.

“HOREE..!,”seru yoshi.

tak lama kemudian, sifa dan yoshi berjalan menuju taman di ujung komplek rumah mereka. yoshi seorang anak yang tidak bisa diam, jadi sifa memaklumi jika yoshi berlari berhamburan ketika mereka berjalan. namun itu juga yang membuat hati sita resah karena kawatir pada adiknya.

***

Wajah berubah menjadi sangat cool dan serius .

“sayang !,” kata maxi.

“kita tidak mungkin punya anak. Kau tahu itukan, itu hal yang sangat tidak mungkin !”.

Seiront terdiam dan terpaku atas kata-kata maxi. Perasaan manusianya bangkit, kemudian dia menyadari bahwa dia hanya sebuah robot. Mata robotnya mengeluarkan air mata, yang merupakan hal yang sangat mustahil bagi robot .

Mleihat istrinya menangis, hati maxi bagai disayat pisau es mulik lady Ice yang terkenal tajam dan menyiksa korbannya.

“jangan menangis sayangku !,” pinta maxi.

Tangismu adalah siksa di hatiku”.

Malam pun tiba .

Maxi berpikir keras untuk memberikan seorang anak kepada Seiront. Maxi berpikir terlalu keras itu membuatnya mendi keringat di dalam ruang kerjanya yang gelap dan pengap.

Tiba-tiba, terbesit ide cemerlang di otak maxi. ia teringat dengan adik perempuannya Fiona Change yang timggal di Cina . saat itu juga max menghubungi Fiona.

“hallo Fiona!,”sapa maxi.

Semakin cantik saja kau .”

“hay, maxi !,” sapa Fiona dengan malas.

Tidak biasanya kau menghubungiku, pesti ada yang kau inginkan. Cepat katakana !”

“ah.. tau saja kau!” kata maxi malu-malu.”

“cepat katakana apa yang kau inginkan !,” bentak Fiona.

“begini, aku ingin ku mengirim anak bungsumu kepadaku!,” kata max.

“untuk apa?,” tanya Fiona .

Kemudian, maxi menceritakan hal yang terjadi dan memohon kepada Fiona agar mengijinkan anak bungsunya dikirim kepadanya. Dalam perdebatan panjang Fiona akirnya takluk kepada kakaknya.

“terimakasihku padamu Fiona!,”kata maxi.

“ya ya ya .. aku memang tidak bisa menolak permintaanmu walau tidak masuk akal!,” kata Fiona.

Besok pagi akan kuantar Sam padamu.

Setelah mendapat persetujuan Fiona. Maxi merasa sedikit lega, dan tidurnya malam itu sangat nyenyak.

Keesokan harinya !

“selamat pagi professor !,” sapa seiront.

Bagaimana tidurmu malam ini?”

“pagi seiront!,” jawab maxi.

Tidurku lumayan nyenyak.

Dalam benak maxi, ia bertanya-tanya dengan sikap yang tenang setelah kejadian semalam.

“sayang!,” pamggil maxi.

Apakah kau baik-baik saja? Kau terlihat begitu.. ya.. kau yau lahh . aneh!

“ya, saya baik-baik saja!,” jawab seirontdengan senyum yang senantiasa terlihat di wajah bajanya yang cantik.

KKkkkrrriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing….!!

Terdengar suara telpon berdering.

Ada panggilan dari Fiona {2x} !,” kata mesin telepon yang datang menghampiri maxi.

“ya, Fiona!,: jawab maxi.

“max, tolong segera kirim bantuan. Peasawat kami di serang oleh para zoilon!,” kata Fiona dengan suara sangat panic.

Dengan sigap maxi menghubungi pemimpin angkatan bersenjata kota Beirdbrough. Dan segera pasukan zefron bataleon pertama berangkat ke sector 11, dimana rombongan Fiona di serang.

Secepat kilat pasukan zefron terbang menuju sector 11. dengan sigap para pilot zefron menembaki alien zoilon. Dalam waktu singkat kumpulan zoilon dapat di pukul mundur. Fiona dan putranya sam di kwal sampai kastil Maxi demi keselamatan mereka .

***

NEXT STORY